Sumbawanews.com,- Fullerton Health resmi mengakuisisi AdMedika dan anak perusahaannya, TelkoMedika, dari Telkom Group dalam langkah strategis untuk memperkuat ekosistem layanan kesehatan digital di Indonesia. Transaksi ini tidak hanya memindahkan kepemilikan, tetapi juga mengintegrasikan platform teknologi manajemen klaim, jaringan penyedia layanan, dan kapabilitas data yang telah dibangun selama bertahun-tahun oleh AdMedika ke dalam jaringan regional Fullerton yang mencakup tujuh negara.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Group CEO Fullerton Health, Ho Kuen Loon, menegaskan bahwa akuisisi ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pasar kesehatan Indonesia yang terus berkembang. “Dengan bergabungnya AdMedika Group, kami tidak hanya memperkuat operasional administrasi layanan kesehatan, tetapi juga memanfaatkan kekuatan regional kami untuk menjawab kebutuhan layanan yang semakin kompleks dan dinamis,” ujar Ho.
Pelepasan saham 100% AdMedika oleh TelkomMetra, anak usaha Telkom Group, dianggap sebagai bagian dari strategi fokus inti perusahaan. President Director TelkomMetra, Pramasaleh Haryo Utomo, menyatakan bahwa pengalihan kepemilikan ini memberi AdMedika akses lebih luas ke ekosistem kesehatan global. “Di bawah kepemimpinan Fullerton, kami yakin AdMedika akan mampu memperluas skalanya, meningkatkan kapabilitas teknologi, dan menjangkau lebih banyak pasien dengan layanan yang lebih terintegrasi,” ujarnya.
CEO AdMedika Group, Dian Prambini, menambahkan bahwa kolaborasi ini akan memperdalam kemitraan dengan rumah sakit, klinik, dan pemberi asuransi. “Kami akan terus menjaga kualitas layanan yang sudah dipercaya masyarakat, sekaligus memperkaya pengalaman pasien melalui inovasi digital yang lebih canggih,” katanya.
Meski nilai transaksi tidak diungkapkan, kedua belah pihak menjamin bahwa operasional di Indonesia tetap berjalan stabil. Merek AdMedika dan TelkoMedika akan tetap dipertahankan, dengan tim manajemen lokal yang memimpin. Karyawan pun dijamin status dan hak-haknya tidak berubah, bahkan terbuka peluang pengembangan karier di tingkat regional.
Salah satu poin krusial yang dijamin Fullerton adalah keamanan data. Seluruh informasi kesehatan dan klaim pasien Indonesia akan tetap disimpan dan dikelola secara lokal, sesuai regulasi perlindungan data pribadi di Tanah Air. Sistem baru yang diintegrasikan akan tunduk pada standar tata kelola ketat, memastikan integritas dan kerahasiaan data tetap terjaga.
Dengan jaringan lebih dari 32.000 penyedia layanan dan 600 fasilitas mandiri di Asia, Fullerton Health kini memiliki fondasi kuat untuk menghadirkan model layanan kesehatan berbasis digital yang terpadu—mulai dari klaim otomatis hingga koordinasi perawatan lintas fasilitas. Akuisisi ini bukan sekadar perubahan pemilik, tapi transformasi sistem yang berpotensi mengubah cara masyarakat Indonesia mengakses dan memanfaatkan layanan kesehatan.















