Home Berita Internasional Eropa Tolak Gas Rusia, Hongaria Tetap Beli

Eropa Tolak Gas Rusia, Hongaria Tetap Beli

Sumbawanews.com,- Meski Uni Eropa serentak berupaya melepaskan ketergantungan pada energi Rusia pasca-invasi Ukraina, Hongaria tetap mempertahankan aliran impor gas alam dari Moskow melalui jalur pipa TurkStream, menimbulkan ketegangan dalam kesatuan kebijakan energi blok tersebut. Pernyataan Perdana Menteri Péter Magyar bahwa negaranya “belum mampu sepenuhnya menghentikan impor energi Rusia” menuai kritik tajam dari anggota Parlemen Eropa, khususnya dari Polandia, Piotr Müller.

Müller menegaskan bahwa sikap Hongaria bertentangan dengan komitmen kolektif Uni Eropa untuk mencapai kemandirian energi dari sumber daya fosil Rusia—termasuk gas alam, minyak, dan gas alam cair (LNG)—yang telah menjadi fondasi serangkaian sanksi ekonomi sejak 2022. “Komisi Eropa telah berulang kali menegaskan bahwa ketergantungan pada energi Rusia bukan hanya masalah ekonomi, tapi ancaman terhadap keamanan strategis Eropa,” ujar Müller dalam pertanyaan resminya kepada lembaga eksekutif Uni Eropa. Ia meminta agar Komisi segera meminta penjelasan resmi dari pemerintah Budapest dan mempertimbangkan langkah hukum untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap embargo energi.

Sebelum perang, Rusia memasok sekitar 40 persen gas alam Uni Eropa. Kini, angka itu telah turun drastis berkat diversifikasi sumber—terutama peningkatan impor LNG dari Amerika Serikat, Norwegia, dan Qatar. Namun, jalur TurkStream yang menghubungkan Rusia melalui Turki ke Eropa Tenggara tetap beroperasi, menjadi lifeline bagi Hongaria dan Slovakia. Data lembaga pemantau energi internasional menunjukkan bahwa meski volume impor secara keseluruhan menurun, aliran uang dari Eropa ke Rusia masih mencapai puluhan miliar euro per tahun, sebagian besar berasal dari penjualan energi.

Kebijakan Hongaria ini tidak hanya memicu kekhawatiran tentang integritas kebijakan Uni Eropa, tetapi juga membuka pertanyaan besar: seberapa efektif sanksi energi Barat jika sebagian anggota tetap membiarkan pintu belakang terbuka? Analis keamanan energi menilai bahwa sikap Budapest mencerminkan kalkulasi politik domestik yang kompleks—ketergantungan infrastruktur, biaya transisi yang tinggi, dan hubungan dekat dengan Kremlin—yang membuat negara kecil ini enggan mengikuti arus besar.

Sementara itu, Moskow terus mengalihkan fokus ekspor energinya ke Asia, terutama ke China dan India, yang kini menjadi pasar utama. Namun, keberlanjutan pendapatan dari Eropa—meski berkurang—tetap menjadi tulang punggung anggaran Rusia, memperkuat argumen bahwa embargo yang tidak seragam justru memperpanjang umur sumber daya yang membiayai perang.

Dengan tekanan dari negara-negara Baltik dan Eropa Tengah yang menganggap Hongaria sebagai “titik lemah” dalam pertahanan energi Uni Eropa, tekanan diplomatik terhadap Budapest diperkirakan akan meningkat. Namun, hingga kini, tidak ada tanda bahwa pemerintah Magyar berniat menghentikan kontrak energi dengan Gazprom—mengukir satu lagi celah dalam kesatuan Eropa yang seharusnya berdiri sebagai satu blok dalam menghadapi tantangan geopolitik terbesar dalam generasi ini.

Previous articleKPK Tetapkan Keponakan Bupati Muara Enim sebagai Tersangka Suap
Next articleKasus Pembakaran Santri di Lombok Diminta Diusut Tuntas
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.