Sumbawanews.com,- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak sepenuhnya peta jalan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk tahap kedua gencatan senjata di Gaza, dan bersikeras bahwa Israel tidak akan menarik pasukannya dari wilayah yang kini dikuasainya maupun menghentikan operasi militer di sana. Sikap ini disampaikan Netanyahu dalam pertemuan dengan utusan Dewan Perdamaian, Nickolay Mladenov, pada Senin (3/8/2026), sekaligus menegaskan bahwa Hamas tetap dianggap sebagai ancaman karena terus membangun ulang kekuatan militernya. Militer Israel pun telah menetapkan tiga garis merah: kebebasan penuh melakukan operasi di seluruh Gaza, kendali berkelanjutan atas persenjataan di wilayah itu, dan penarikan pasukan hanya jika Hamas dilucuti senjatanya secara total. Kebijakan ini telah disampaikan kepada Dewan Keamanan Nasional Israel dan tim Presiden AS Donald Trump sebagai posisi resmi Tel Aviv.















