Home Berita Internasional Eropa Dilanda Gelombang Panas Paling Ekstrem dalam Sejarah

Eropa Dilanda Gelombang Panas Paling Ekstrem dalam Sejarah

Sumbawanews.com,- Paris – Sebagian besar Eropa kini berada dalam kondisi darurat cuaca, dengan gelombang panas yang melanda lebih awal, lebih intens, dan lebih mematikan daripada yang pernah tercatat sebelumnya di bulan Juni. Suhu mencapai 44 derajat Celsius di Spanyol, 40 derajat Celsius di Prancis, dan diperkirakan akan memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa di Inggris dan Belgia.

Di Prancis, 49 dari 96 departemen berada di level peringatan merah — naik dari 35 wilayah hanya dalam dua hari. Pemerintah menutup 845 sekolah dan memulangkan lebih dari 1.800 sekolah lebih awal. Larangan konsumsi alkohol di tempat umum diberlakukan di wilayah-wilayah terdampak, sementara festival musik besar dibatalkan demi keselamatan publik. Tiga warga lanjut usia di Gironde, Prancis barat daya, tewas akibat paparan suhu ekstrem, dan otoritas cuaca memperingatkan bahwa dampak gelombang panas kali ini bisa seburuk bencana 2003 yang menewaskan hampir 15.000 orang.

Belgia juga mengalami gangguan serius. Perusahaan kereta nasional SNCB membatalkan sejumlah perjalanan jam sibuk untuk mencegah kerusakan rel akibat panas yang melampaui batas desain teknis. “Ini adalah suhu tertinggi yang pernah tercatat di Belgia,” kata David Dehenauw, kepala prakiraan cuaca Institut Meteorologi IRM. “Kita sedang menghadapi fenomena yang tidak pernah kita alami sebelumnya.”

Di Spanyol, otoritas Madrid membatalkan acara nonton bareng pertandingan Piala Dunia antara Spanyol dan Arab Saudi karena suhu malam yang tetap di atas 30 derajat Celsius. Badan Meteorologi Aemet memprediksi suhu akan tetap tinggi hingga Rabu, meski sedikit turun pada Kamis — namun “panas akan tetap sangat intens.”

Inggris pun bersiap menghadapi rekor baru. Liz Bentley, Kepala Eksekutif Royal Meteorological Society, memperkirakan suhu akan mencapai 38–39 derajat Celsius pekan ini, jauh melampaui rekor Juni sebelumnya yang berada di 35,6 derajat Celsius. “Ini akan menjadi bulan kedua berturut-turut di mana rekor suhu tertinggi di Inggris dipecahkan dengan selisih lebih dari dua derajat Celsius,” ujarnya.

Para ilmuwan menegaskan bahwa ini bukan kejadian alam biasa. Akshay Deoras, peneliti senior di University of Reading, Inggris, menyatakan dengan tegas: “Perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia adalah akar penyebabnya. Atmosfer kini lebih panas, dan gelombang panas menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih mematikan.”

Di Prancis, Mathieu Lefevre dari Kementerian Ekologi menyebut gelombang panas ini “sangat intens dan datang sangat awal.” Catatan suhu tertinggi di bulan Mei di beberapa negara Eropa menjadi tanda awal yang mengkhawatirkan — dan Juni ini hanya memperdalam krisis.

Dengan infrastruktur yang tidak dirancang untuk suhu ekstrem, sistem kesehatan yang kewalahan, dan masyarakat yang belum siap, Eropa kini menghadapi ujian terberat dalam sejarah iklim modern. Tidak lagi sekadar cuaca buruk — ini adalah sinyal peringatan yang tak bisa diabaikan.

Previous articleTanjung Verde Guncang Dunia Sepak Bola
Next articleIsrael Bertahan di Lebanon Selatan
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik