Home Berita Internasional Israel Bertahan di Lebanon Selatan

Israel Bertahan di Lebanon Selatan

Sumbawanews.com,- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon selatan selama ancaman dari Iran dan kelompok Hizbullah belum dihapuskan. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks perang berkepanjangan yang telah memicu ketegangan regional, sekaligus menolak tekanan internasional untuk menarik pasukan.

“Kami akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon selatan selama diperlukan—untuk melindungi warga Israel utara dan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir,” tegas Netanyahu, dikutip dari AFP. Ia menekankan bahwa komitmennya terhadap keamanan nasional tidak akan goyah, bahkan di tengah upaya diplomasi AS-Iran yang tengah berlangsung di Swiss.

Netanyahu menilai operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat telah memberikan pukulan strategis terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran, memperdalam keretakan antara rezim Teheran dan rakyatnya. “Kita telah menciptakan kondisi yang membuat jatuhnya rezim itu bukan lagi pertanyaan *if*, tapi *when*,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Hizbullah—kelompok bersenjata yang didukung Iran—telah memicu konflik dengan menembakkan roket ke Israel sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran. Namun, Netanyahu menyatakan bahwa Israel tidak menargetkan warga sipil Lebanon, melainkan “infrastruktur teroris dan perwakilan Iran.”

Dengan nada tegas, ia menyebut bahwa perdamaian dengan Lebanon hanya mungkin terwujud jika Hizbullah dibubarkan, senjatanya dilucuti, dan keberadaan Iran sebagai kekuatan asing di wilayah itu dihapuskan. “Ketika wakil Iran tidak lagi menjadi ancaman—ketika negara itu tidak lagi ada di sana—maka kita akan menandatangani perdamaian. Dan saya berharap itu bisa terjadi,” katanya.

Pernyataan ini muncul di tengah upaya diplomatik AS-Iran yang disebut telah menyelesaikan negosiasi teknis soal pencabutan sanksi minyak, dengan target mencapai kesepakatan akhir dalam 60 hari. Namun, Netanyahu menolak menganggap diplomasi itu sebagai ganti bagi keamanan militer. “Politik tidak bisa menggantikan kekuatan. Jika kita tidak bertindak, Iran akan memiliki bom atom—dan saya yakin mereka akan menggunakannya.”

Dengan posisi yang tak bergeming, Netanyahu memperkuat narasi bahwa keberadaan militer Israel di Lebanon bukanlah sementara, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengisolasi Iran dan menghancurkan jaringan pengaruhnya di Timur Tengah.

Previous articleEropa Dilanda Gelombang Panas Paling Ekstrem dalam Sejarah
Next articleJokowi Ingin Prabowo dan Gibran Berdua di Pemilu 2029? AHY: Itu Bukan Wewenang Saya
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik