Sumbawanews.com,- Manajer Manchester City, Enzo Maresca, secara terbuka meminta maaf atas kontroversi yang menyertai kepindahannya dari Chelsea ke Etihad Stadium pada musim panas 2026. Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya, menyusul kecaman dari mantan klubnya yang menuduhnya melakukan pengkhianatan terstruktur.
Maresca, yang sebelumnya menangani Chelsea hingga pertengahan musim 2025, mengaku bahwa keputusan untuk meninggalkan Stamford Bridge sepenuhnya merupakan inisiatifnya sendiri. Ia mengakui telah menjalin komunikasi dengan Manchester City sejak akhir 2025, sebelum secara resmi mengundurkan diri dari Chelsea pada Januari 2026. Kedua klub kemudian mencapai kesepakatan kompensasi senilai 17 juta poundsterling, yang membuka jalan baginya untuk menggantikan Pep Guardiola sebagai pelatih kepala The Citizens.
Meski tidak membantah fakta bahwa ia berpindah sebelum kontraknya habis, Maresca menegaskan bahwa ia tidak berniat menciptakan kegaduhan. “Saya menyadari bahwa kepergian saya dari Chelsea di tengah musim telah menimbulkan gangguan bagi klub, dan untuk itu saya meminta maaf. Hal tersebut bukanlah niat maupun keinginan saya,” tulisnya dalam pernyataan resminya.
Chelsea, yang awalnya mengeluarkan pernyataan keras menyangkal bahwa Maresca dipecat, akhirnya menerima kompensasi dan mengakhiri ketegangan dengan pernyataan bahwa mereka “menghormati keputusan profesionalnya.” Kini, Maresca fokus pada tugas barunya di Manchester City, di mana ia diharapkan mempertahankan dominasi tim di Premier League dan Eropa, meski dengan beban reputasi yang tak mudah dilupakan.
Pergantian pelatih di level tertinggi sepak bola Eropa memang sering kali menimbulkan kontroversi, tetapi jarang yang sekaligus melibatkan kecurigaan pengkhianatan, kompensasi besar, dan permintaan maaf langsung dari sang pelatih—semua terjadi dalam waktu singkat, dan dengan dampak yang masih terasa hingga kini.















