Home Berita Internasional Drone dan Rudal Iran Serang Bandara Kuwait, Sejumlah Orang Terluka

Drone dan Rudal Iran Serang Bandara Kuwait, Sejumlah Orang Terluka

Sumbawanews.com,- Serangan beruntun oleh drone dan rudal yang diluncurkan dari Iran menghantam Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait pada Rabu (3/6), menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan melukai sejumlah orang. Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait mengonfirmasi serangan itu sebagai upaya sengaja yang menargetkan fasilitas sipil, dan langsung menangguhkan semua penerbangan, mengalihkan rute ke bandara alternatif.

Brigadir Jenderal Saud Abdulaziz Al-Atwan, juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, mengecam serangan itu sebagai “agresi kriminal” yang bertentangan dengan hukum internasional. Ia menyatakan korban luka telah mendapat penanganan medis, meski jumlah pastinya belum diungkap. Gambar-gambar dari lokasi kejadian menunjukkan asap tebal membubung dari bagian atap terminal yang rusak, sementara puing-puing berserakan di sekitar area kedatangan.

Serangan ini terjadi dalam konteks ketegangan regional yang memanas sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap target militer Iran pada akhir Februari lalu. Kuwait, meski netral secara resmi, menjadi sasaran balasan Iran karena dituding menjadi basis logistik bagi operasi militer AS di kawasan Teluk. Teheran berulang kali menyalahkan negara-negara Teluk atas peran mereka dalam mendukung serangan terhadap Iran, meski tidak pernah secara eksplisit mengklaim tanggung jawab atas serangan terbaru ini.

Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi. Namun, analis keamanan menilai serangan ini sebagai bagian dari strategi balas dendam yang lebih luas, di mana Iran berupaya memperluas tekanan ke sekutu-sekutu AS di Timur Tengah, sekaligus menguji respons koalisi internasional terhadap ancaman non-konvensional seperti drone dan rudal jelajah.

Penerbangan internasional ke Kuwait masih dalam keadaan terhenti, dan otoritas setempat memperingatkan warga untuk menghindari area bandara. Sementara itu, negara-negara tetangga, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dikabarkan sedang meningkatkan kewaspadaan udara mereka, mengingat pola serangan serupa pernah terjadi di fasilitas energi dan infrastruktur strategis di wilayah tersebut.

Krisis ini memperdalam kekhawatiran bahwa konflik antara Iran dan Barat, yang awalnya terbatas pada serangan balasan terarah, kini berpotensi memicu gelombang ketidakstabilan yang lebih luas—dengan warga sipil dan infrastruktur sipil menjadi korban pertama.

Previous articlePNJ Selidiki Ciuman Sesama Jenis di Kampus
Next articleMuhammad Ali, Warisan Kasih yang Tak Terlupakan
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik