Sumbawanews.com,- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten segera merespons ledakan di PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) di Kota Cilegon dengan mengerahkan tim laboratorium lingkungan untuk mengambil sampel udara dan memasang alat pemantau kualitas udara di sekitar lokasi kejadian. Pemantauan ini dilakukan untuk menilai potensi pencemaran pasca-ledakan yang terjadi pada Senin, 25 Mei lalu.
Kepala DLHK Banten, Wawan Gunawan, menjelaskan bahwa upaya pengambilan sampel dan pemasangan detektor sempat tertunda akibat hujan deras dan kendala teknis di lapangan. Namun, pada Selasa (26/5), tim berhasil melanjutkan operasi demi memastikan tidak ada dampak lingkungan yang membahayakan warga sekitar.
“Kami tidak bisa menunda. Kualitas udara adalah hal krusial, terutama karena ledakan terjadi di kawasan padat penduduk,” ujar Wawan.
Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Cilegon juga membuka posko pengaduan khusus bagi warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat kejadian tersebut. Masyarakat yang mengalami gejala seperti sesak napas, iritasi mata, atau pusing diminta segera melapor ke Puskesmas Pulomerak, Puskesmas Grogol, atau Rumah Sakit Krakatau Medika. Biaya pengobatan sepenuhnya ditanggung oleh PT MCCI.
Selain itu, perusahaan mengaku telah menyiagakan ambulans di lokasi kejadian dan berkoordinasi langsung dengan rumah sakit terdekat untuk memastikan penanganan medis cepat diberikan. Sebagai bentuk tanggung jawab awal, MCCI juga membagikan masker kepada warga melalui pengurus RT dan RW setempat.
Dalam keterangannya, Public Relations PT MCCI, Dimas Saputro, menegaskan bahwa asap putih yang terlihat setelah ledakan bukanlah gas berbahaya, melainkan uap air dari sistem turbin perusahaan. “Itu adalah steam dari proses industri kami. Warna putih itu air murni, bukan asap kimia,” ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa bau menyengat yang dilaporkan sejumlah warga masih dalam proses identifikasi. “Kami belum bisa memastikan sumber bau itu. Tapi kami sedang bekerja sama dengan tim ahli untuk menelusuri penyebabnya.”
Pemerintah dan perusahaan sepakat menjalani tiga langkah lanjutan: investigasi internal oleh PT MCCI, penyelidikan teknis oleh instansi terkait, serta pemantauan berkelanjutan terhadap kualitas udara dan air di sekitar pabrik. Warga diminta tetap waspada namun tidak panik, sambil menunggu hasil analisis resmi yang akan segera diumumkan.















