Home Berita Nasional **Buku Sejarah Nasional Siap Rilis Agustus**

**Buku Sejarah Nasional Siap Rilis Agustus**

Sumbawanews.com,- Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan buku sejarah nasional berjudul *Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global* akan resmi terbit pada Agustus 2026, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Meski substansi naskah telah selesai disusun oleh 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi se-Indonesia, proses akhir masih berlangsung di tahap desain sampul dan tata letak. Editor umum buku, Singgih Tri Sulistiyono, mengatakan tim desain dari Kementerian Kebudayaan sedang menyempurnakan visual buku agar sesuai dengan bobot intelektual dan historisnya.

Buku setebal 8.000 halaman ini terdiri dari 11 jilid, mencakup narasi sejarah mulai dari peradaban awal Nusantara, interaksi dengan peradaban India, Cina, dan Timur Tengah, hingga dinamika kolonialisme, perjuangan kemerdekaan, Orde Baru, era reformasi, hingga perkembangan terkini hingga 2024. Jilid terakhir berisi kumpulan fakta dan indeks komprehensif sebagai penunjang riset.

“Ini bukan sekadar buku, tapi ensiklopedia sejarah bangsa yang dibangun dari karya akademik terdalam,” ujar Singgih, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, dalam wawancara sebelumnya.

Meski telah diluncurkan secara simbolis pada Desember 2025, Fadli Zon menegaskan bahwa versi final yang akan dirilis pada 17 Agustus mendatang adalah versi yang telah melalui penyempurnaan teknis dan editorial. Buku ini akan dicetak dalam jumlah terbatas untuk distribusi ke perpustakaan nasional, lembaga pendidikan, dan institusi kebudayaan. Namun, versi digitalnya akan tersedia gratis melalui perpustakaan daring, memastikan akses publik tetap terbuka.

Polemik seputar proyek penulisan ulang sejarah ini sempat memicu perdebatan sengit di ruang publik. Sejumlah pihak mengkhawatirkan adanya upaya penyatuan narasi yang berpotensi mengabaikan keragaman perspektif. Fadli menanggapi dengan menekankan bahwa kementeriannya hanya berperan sebagai fasilitator, tanpa campur tangan dalam konten. “Saya belum pernah membaca satu lembar pun dari buku ini. Saya tidak bohong,” tegasnya saat peluncuran awal.

Dengan rincian yang sangat teknis dan partisipasi luas dari akademisi, proyek ini dianggap sebagai upaya paling sistematis dalam sejarah Indonesia untuk menyusun narasi sejarah nasional berbasis riset ilmiah, bukan propaganda politik. Jika terwujud sesuai rencana, buku ini akan menjadi referensi utama sejarah Indonesia di tingkat nasional dan internasional.

Previous articleTrump Dukung Paxton Kalahkan Cornyn di Texas
Next articleIran Tuduh AS Pecahkan Gencatan Senjata, Timur Tengah Terancam Meledak
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.