Sumbawanews.com,- Babak gugur Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan duel panas antara Brasil dan Jepang di Houston Stadium, Amerika Serikat, Selasa, 30 Juni 2026, pukul 00.00 WIB. Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa—ia adalah momen balas dendam bagi Selecao, yang sebelumnya kalah telak 2-3 dari Jepang dalam laga persahabatan Oktober 2025 di Tokyo. Saat itu, Brasil unggul dua gol sebelum dilumat dalam 20 menit terakhir oleh kegigihan tim asuhan Hajime Moriyasu.
Kini, kondisi berbeda. Brasil, yang tampil sebagai juara Grup C, bangkit dengan performa matang: imbang 1-1 melawan Maroko, lalu menang telak 3-0 atas Haiti dan Skotlandia. Kemenangan itu menegaskan kembalinya kekuatan tim yang mengandalkan kecepatan, teknik, dan kedalaman lini serang. Vinicius Junior menjadi mesin pencetak gol, mencatat empat gol dalam tiga laga grup, sementara Neymar—yang kembali dari cedera panjang—menambah dimensi kreatif di lini depan. Pemain muda berusia 19 tahun, Rayan, juga mencatat sejarah sebagai pemain termuda Brasil yang memberikan assist di Piala Dunia sejak Pele pada 1958, setelah menggantikan Raphinha yang cedera.
Sementara itu, Jepang datang sebagai runner-up Grup F dengan reputasi sebagai tim paling konsisten di Asia. Mereka bukan lagi tim yang hanya bertahan—mereka menyerang dengan disiplin, mengandalkan kecepatan, dan taktik berbasis pergerakan tanpa bola. Keberhasilan mereka mengalahkan Brasil di laga uji coba sebelumnya menjadi bukti bahwa mereka siap mengulang kejutan. Di bawah arahan Moriyasu, tim Samurai Blue telah membuktikan diri mampu menahan tekanan, menguasai ritme, dan memanfaatkan kesalahan lawan dengan presisi.
Pertandingan ini menjadi ujian besar bagi kedua tim: bagi Brasil, ini adalah langkah pertama menuju gelar Piala Dunia keenam—mimpi yang belum terwujud sejak 2002. Bagi Jepang, ini adalah kesempatan emas untuk melanjutkan tradisi kejutan di panggung dunia, setelah sebelumnya mencapai perempat final di 2002 dan 2010.
Taktik Ancelotti diperkirakan akan fokus pada dominasi bola dan serangan sisi lebar, memanfaatkan kecepatan Vinicius dan Rodrygo. Sementara Jepang kemungkinan akan memainkan formasi 4-2-3-1 dengan fokus pada perpindahan bola cepat dan pressing tinggi, mengeksploitasi ruang di belakang bek Brasil yang cenderung maju.
Tak ada yang bisa memprediksi hasil pasti, tetapi satu hal pasti: pertandingan ini akan menjadi salah satu laga paling dinamis dan emosional di babak 32 besar. Bagi Brasil, ini adalah misi pemulihan harga diri. Bagi Jepang, ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tamu di pesta besar—tapi tuan rumah di tanah sendiri, dalam hal keberanian dan strategi.
Laga ini bisa disaksikan secara langsung melalui siaran resmi penyiar internasional dan platform streaming resmi yang memiliki hak siar Piala Dunia 2026.















