Home Serba Serbi Tekno Blue Origin Targetkan New Glenn Terbang Akhir Tahun Ini

Blue Origin Targetkan New Glenn Terbang Akhir Tahun Ini

Sumbawanews.com,- Namun, NASA memperkirakan landasan peluncuran yang hancur akibat ledakan pada 28 Mei mungkin baru bisa diperbaiki pada 2028.

Perbedaan pandangan antara Blue Origin dan NASA memperuncing ketegangan terkait jadwal peluncuran roket New Glenn pasca-ledakan besar di Launch Complex 36, Cape Canaveral. CEO Blue Origin, Dave Limp, menegaskan bahwa perusahaan akan kembali meluncurkan roket itu sebelum akhir tahun ini. Dalam unggahan di platform X, ia menyatakan dengan keyakinan: “Kami akan terbang lagi sebelum akhir tahun ini. Gradatim Ferociter.” Frasa Latin itu, yang berarti “secara bertahap, dengan kegigihan,” menjadi simbol tekad perusahaan untuk bangkit dari bencana teknis.

Ledakan yang terjadi selama uji hotfire—langkah terakhir sebelum peluncuran misi keempat New Glenn—menghancurkan sebagian besar struktur menara pendukung. NASA, yang menugaskan Blue Origin sebagai mitra utama dalam program Artemis dan misi pangkalan bulan, mengirim Administrator Jared Isaacman untuk meninjau kerusakan langsung pada 29 Mei. Isaacman kemudian menyatakan kepada CNBC bahwa pemulihan fasilitas itu “akan memakan waktu serius,” dan skenario 2028 sebagai titik pemulihan penuh “masih masuk akal.”

Namun, Limp menekankan bahwa komponen kritis seperti tangki bahan bakar oksigen cair, hidrogen cair, dan LNG—yang biasanya memerlukan waktu lama untuk diproduksi ulang—tetap utuh. “Ini keberuntungan besar,” ujarnya. Menara pendukung memang rusak, tetapi menurut tim teknis Blue Origin, perbaikan bisa dilakukan secara lokal tanpa perlu membongkar seluruh struktur. Ini memangkas waktu pemulihan secara signifikan.

Kerusakan ini terjadi hanya beberapa minggu setelah FAA memberikan izin ulang untuk penerbangan New Glenn, setelah menyimpulkan bahwa penyebab kegagalan misi ketiga adalah kebocoran kriogenik. Kini, penyebab pasti ledakan 28 Mei masih dalam penyelidikan. Namun, keberadaan infrastruktur inti yang masih utuh menjadi harapan utama agar jadwal peluncuran tidak terlambat terlalu jauh.

Kepentingan strategis untuk segera kembali terbang sangat besar. Blue Origin adalah penyedia peluncuran utama NASA untuk misi Moon Base I yang dijadwalkan berangkat musim gugur ini. Selain itu, Amazon—perusahaan induk Blue Origin yang juga dimiliki Jeff Bezos—menyandarkan rencana peluncuran satelit broadband Project Kuiper pada roket ini. Misi keempat New Glenn seharusnya membawa 48 satelit Kuiper ke orbit, sebuah tonggak penting dalam upaya Amazon menguasai pasar internet satelit global.

Sementara itu, Blue Origin tengah membangun landasan baru di Vandenberg Space Force Base, California. Namun, meski baru saja menandatangani sewa untuk Space Launch Complex-14, pembangunan fasilitas itu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun—berarti juga akan siap pada 2028. Dengan demikian, keberhasilan memperbaiki Launch Complex 36 bukan sekadar soal teknis, tapi menentukan kelangsungan dua proyek nasional sekaligus: eksplorasi luar angkasa dan infrastruktur komunikasi masa depan.

Dalam dunia penerbangan luar angkasa, waktu adalah bahan bakar paling berharga. Dan kali ini, Blue Origin bermain dengan waktu yang sangat sempit—tapi masih ada jalan.

Previous articleIran Kini Butuh Kesepakatan Nuklir Baru, Bukan Lanjutan 2015
Next articleInfinix XPAD 20 Hadir dengan AI dan Layar 90Hz, Harga Mulai Rp1,9 Jutaan
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik