Home Berita Internasional Bill Gates Akui Dijadikan Senjata oleh Epstein

Bill Gates Akui Dijadikan Senjata oleh Epstein

Sumbawanews.com,- Jakarta – Bill Gates, pendiri Microsoft dan salah satu dermawan paling berpengaruh di dunia, mengaku bahwa Jeffrey Epstein pernah mencoba memerasnya dengan memanfaatkan informasi pribadi tentang perselingkuhannya dalam pernikahan. Kesaksian itu disampaikan Gates secara tertutup di hadapan Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat pada Rabu, 10 Juni 2026, sebagai bagian dari penyelidikan mendalam terhadap jaringan kejahatan seksual yang dipimpin Epstein.

Dalam pernyataan tertulis yang dirilis timnya, Gates mengakui bahwa ia pernah menjalin hubungan dengan Epstein antara 2011 hingga Desember 2014, terutama untuk membahas kemungkinan pendirian dana amal bersama—yang tak pernah terwujud. Namun, ia menegaskan bahwa ia tidak pernah mengunjungi properti Epstein di Pulau Little St. James, peternakannya di New Mexico, maupun rumahnya di Florida. “Saya tidak pernah menjadi korban siapa pun,” tegasnya. “Dan saya tidak pernah menyaksikan atau mendapat indikasi bahwa Epstein terlibat dalam perilaku kriminal yang berkelanjutan.”

Namun, Gates mengakui kesalahan besar: ia gagal melakukan due diligence yang seharusnya sebelum menerima perkenalan dari Epstein, meskipun ia sudah mengetahui bahwa mantan pemodal itu pernah dihukum atas kasus prostitusi anak di Florida pada 2008. “Saya menyadari ia punya masalah hukum sebelumnya, tapi saya tidak sepenuhnya memahami seberapa dalam kejahatannya,” ujar Gates. “Saya menerima perkenalan itu tanpa pengawasan yang seharusnya.”

Lebih dari sekadar kesalahan penilaian, Gates mengungkap bahwa Epstein kemudian menggunakan informasi sensitif tentang hubungan di luar pernikahannya dengan Melinda Gates sebagai senjata untuk memanipulasi. “Epstein mengetahui fakta bahwa saya tidak setia dalam pernikahan. Ia mencoba memeras saya agar kembali berhubungan dengannya,” kata Gates. “Ini tidak ada hubungannya dengan tujuan sosial atau filantropi saya—hanya upaya jahat untuk mengontrol saya.”

Ia menekankan bahwa upaya pemerasan itu gagal. “Dia gagal. Tapi ini menunjukkan cara kerjanya: memanfaatkan kelemahan pribadi untuk memperkuat kekuasaannya.”

Kesaksian Gates menjadi titik penting dalam rangkaian penyelidikan Komite Pengawasan DPR yang telah memanggil 14 tokoh kunci, termasuk mantan Presiden Bill Clinton, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, dan mantan CEO Victoria’s Secret Les Wexner. Ketua komite, James Comer, menegaskan bahwa tujuan penyelidikan bukan untuk menyalahkan Gates, melainkan mengungkap sejauh mana elit politik dan bisnis menutupi atau mengabaikan kejahatan Epstein. “Tidak ada yang menuduh Bill Gates melakukan kesalahan apa pun. Kami menghargai kehadirannya secara sukarela,” ujar Comer.

Namun, kritik terus mengalir. Banyak pihak menilai bahwa fokus komite terlalu banyak pada individu seperti Gates, sementara sistem yang melindungi Epstein—termasuk kesepakatan non-penuntutan kontroversial pada 2008 dan kegagalan jaksa federal—belum sepenuhnya diungkap. Apalagi, meski Kongres telah mengesahkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein pada November 2025, rilis dokumen pada Januari 2026 justru memicu kemarahan: sejumlah catatan diduga telah disunting ilegal, dan identitas korban tanpa sengaja terpublikasi.

Yang mencolok: Presiden Donald Trump, yang dikenal dekat dengan Epstein sejak era 1990-an, tetap absen dari proses ini. Meski Trump membantah mengetahui kejahatan seksual Epstein, laporan media baru-baru ini mengungkapkan komunikasi intensif antara keduanya bahkan setelah Epstein dihukum. Pemerintahan Trump kini menghadapi tekanan kuat untuk menjelaskan penanganan berkas-berkas yang diduga sengaja ditutupi.

Gates, yang hubungannya dengan Epstein menjadi salah satu faktor pemicu perceraiannya dari Melinda Gates pada 2021, mengatakan penyesalannya tak terukur. “Reputasi adalah fondasi dari semua pekerjaan yang saya lakukan untuk menyelamatkan nyawa. Bertemu Epstein adalah kesalahan penilaian yang serius—dan membahayakan misi saya,” katanya. “Saya ingin dunia tahu: tidak ada uang, tidak ada pengaruh, yang bisa membenarkan hubungan dengan seseorang seperti dia.”

Epstein ditemukan tewas di sel tahanan pada Agustus 2019, sebelum persidangan atas tuduhan perdagangan seks dan konspirasi. Namun, kesaksian Gates dan puluhan saksi lainnya menunjukkan bahwa jejak kejahatannya masih hidup—bukan hanya dalam dokumen, tapi dalam cara kekuasaan, kekayaan, dan rahasia pribadi saling berbaur untuk melindungi yang bersalah.

Previous articleIran Balas Serangan AS dengan Rudal ke Pangkalan Militer di Kuwait dan Bahrain
Next articleIran Serang Fasilitas Militer AS dengan 12 Rudal Balistik
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.