Sumbawanews.com,- Piala Dunia 2026 berakhir duka bagi Timnas Belanda setelah dikalahkan Maroko 2-3 dalam adu penalti, usai bermain imbang 1-1 dalam 120 menit di babak 32 besar. Kapten tim, Virgil van Dijk, menyatakan keheranannya atas kegagalan tiga penendang Belanda—Justin Kluivert, Crysencio Summerville, dan Quinten Timber—meski tim telah berlatih intensif untuk situasi ini.
Gol Cody Gakpo di menit ke-72 sempat membawa De Oranje unggul, namun tandukan Issa Diop di injury time memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Dalam sesi penentuan nasib itu, Justin Kluivert, putra mantan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert, gagal mengeksekusi penaltinya—menjadi kegagalan kedua dari delapan kesempatan sebelumnya. Dua penendang lainnya, Summerville dan Timber, juga gagal, memastikan Maroko melaju ke babak 16 besar.
“Kami sudah sering berlatih untuk itu,” kata Van Dijk dalam wawancara dengan NOS. “Sayangnya, kami masih tersingkir. Pikiran saya saat ini hanya ingin menuju ruang ganti untuk menemui anak-anak.”
Van Dijk, yang mengakui bahwa kekalahan ini adalah momen paling menyedihkan dalam karier sepak bolanya, menilai pertahanan Belanda sejauh ini solid. “Kami mencetak gol bagus, dan bertahan dengan baik—tapi di menit-menit terakhir, kami terdorong ke belakang. Itu yang membuatnya sulit diterima.”
Kegagalan Justin Kluivert, yang memiliki tingkat kesuksesan 88% dalam eksekusi penalti menurut NU.nl, menjadi sorotan utama media Belanda. Namun, Van Dijk menekankan bahwa tanggung jawab bukan hanya milik satu orang. “Ini adalah tim. Kami semua yang gagal, bukan hanya mereka yang menendang.”
Dengan tersingkirnya Belanda di fase 32 besar, ini menjadi kegagalan terburuk sejak Piala Dunia 2014, sekaligus memperpanjang daftar kekecewaan tim yang dikenal sebagai “Oranje” di turnamen besar. Sementara itu, Maroko merayakan kemenangan dengan sujud syukur di tepi lapangan, menutup malam yang bersejarah bagi tim Afrika Utara itu.















