Home Berita Olah Raga Belanda Tersingkir, Koeman Bertahan dengan Taktik Bertahan

Belanda Tersingkir, Koeman Bertahan dengan Taktik Bertahan

Sumbawanews.com,- Piala Dunia 2026 mempertemukan Belanda dan Maroko di babak 32 besar, di Guadalupe, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Pertandingan berakhir 1-1 setelah 120 menit, dan Belanda tersingkir setelah kalah 2-3 dalam adu penalti, meski sempat unggul lewat gol Cody Gakpo di menit ke-72. Maroko menyamakan kedudukan lewat Issa Diop pada menit ke-91, menciptakan dramatisasi yang memicu debat taktis panjang pasca-laga.

Ronald Koeman, pelatih Belanda, memilih pendekatan defensif dengan menjalankan formasi lima bek—keputusan yang langsung menjadi sorotan tajam dari para penggemar yang menginginkan gaya Total Football klasik. Meski minim serangan—hanya enam tembakan dan dua mengarah ke gawang—Belanda berhasil membatasi peluang Maroko yang mencatatkan 11 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran.

“Kami memberi lawan lebih sedikit ruang dibanding fase grup. Itu keberhasilan. Tapi kami juga kehilangan inisiatif menyerang,” ujar Koeman dalam konferensi pers usai laga, menanggapi kritik bahwa taktiknya terlalu konservatif. “Kalau Maroko tak menyamakan di menit-menit terakhir, saya mungkin akan dipuji. Sekarang, saya dituduh terlalu takut. Tapi jika saya harus ulangi pertandingan ini, saya akan memilih strategi yang sama.”

Koeman menegaskan bahwa keputusannya didasari pada realitas lawan: Maroko, tim yang lebih dinamis dan berpengalaman di babak knockout, jauh lebih berbahaya ketimbang Swedia dan Tunisia yang dihadapi di fase grup. “Ini bukan soal gaya. Ini soal menang,” tegasnya.

Gol bunuh diri oleh penjaga gawang Bart Verbruggen pada penalti keempat menjadi puncak kepedihan Belanda. Sementara itu, Maroko melaju ke babak 16 besar, menunjukkan ketahanan mental yang mengesankan setelah sempat tertinggal dan menghadapi tekanan tinggi dari tim yang dianggap lebih unggul secara statistik.

Dengan tersingkirnya Oranje, harapan Belanda untuk meraih gelar pertama sejak 1974 kembali pupus. Koeman, yang kini memegang jabatan pelatih kepala sejak 2023, tetap bertahan pada prinsipnya: bahwa kemenangan lebih penting daripada popularitas. Di tengah hujan kritik, ia menyatakan: “Saya bukan pelatih yang bermain untuk dipuji. Saya bermain untuk maju.”

Maroko, yang berhasil lolos sebagai runner-up Grup C, akan menghadapi Kanada di babak 16 besar. Sementara Belanda pulang dengan kepala tegak—meski tanpa gelar, tapi dengan kejelasan visi yang mungkin akan menjadi fondasi masa depan.

Previous articleBelanda Tersingkir, Koeman Bertahan dengan Taktik 5 Bek
Next articleKecelakaan VAR Hancurkan Harapan Jerman, Klopp: Kalau Begini, Arsenal Tak Layak Jadi Juara