Sumbawanews.com,- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Bali menyatakan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) selaras dengan peran tradisional pria dalam budaya Bali, yang menempatkan ayah sebagai pembimbing utama dalam pengasuhan dan pewarisan nilai.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih, mengatakan bahwa pada hari pertama tahun ajaran 2026, terlihat peningkatan keterlibatan ayah dalam mengantar anak ke sekolah. Meski ibu masih dominan sebagai pengantar, kehadiran ayah yang semakin banyak dinilai sebagai tanda kesadaran baru akan pentingnya peran aktif dalam pendidikan dan perkembangan emosional anak. Menurutnya, budaya Bali mengenal ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai penjaga dharma, adat, dan nilai-nilai keluarga yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
GAMAS, lanjut Sukardiasih, bukan sekadar simbolisasi harian, melainkan investasi jangka panjang bagi pembentukan karakter anak. Kehadiran ayah di pagi hari dianggap sebagai bentuk komitmen berkelanjutan terhadap tumbuh kembang anak, yang berdampak pada prestasi belajar dan kesehatan emosional mereka. Untuk mendukung gerakan ini, Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan surat edaran fleksibilitas jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), memungkinkan ayah untuk mengantar anak tanpa mengabaikan tugas kedinasan.
Sukardiasih menekankan bahwa kebijakan ini bukan berarti mengurangi produktivitas kerja, melainkan mengakui bahwa momen-momen penting dalam keluarga, seperti hari pertama sekolah, layak dihargai melalui pengaturan waktu yang lebih manusiawi. GAMAS, ujarnya, adalah upaya menghidupkan kembali semangat budaya lokal yang menempatkan peran ayah sebagai sosok pengasuh yang tak tergantikan.















