Sumbawanews.com,- Selebgram Karin Novilda atau Awkarin tidak hadir dalam pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang melibatkan PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Travel). Pemanggilan yang semula dijadwalkan pada Senin, 8 Juni 2026, berakhir tanpa kehadirannya tanpa alasan jelas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa Awkarin absen tanpa pemberitahuan. Sementara itu, dari lima selebgram yang dipanggil pada hari yang sama, hanya Keanu Angelo yang memenuhi undangan. Ia menjalani pemeriksaan selama beberapa jam dan dihadapkan pada 28 pertanyaan terkait kerja sama endorse, kontrak, pembayaran, hingga legalitas paket umrah yang ditawarkan Hanania Travel.
Empat influencer lain—Sara Gibson, Audrey Jesselyn, Dara Arafah, dan Awkarin—tidak hadir. Penyidik menunda pemeriksaan mereka hingga 12 Juni 2026, dengan harapan dapat memperoleh keterangan lengkap terkait peran mereka dalam kampanye promosi travel yang kini menjadi sorotan hukum.
Sebelumnya, Direktur Utama Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan, telah ditetapkan sebagai tersangka pada 29 Mei 2026 dan kini ditahan. Ia diduga menggunakan dana jemaah umrah untuk keperluan pribadi, termasuk membayar sejumlah selebgram sebagai imbalan promosi. Dalam penyidikan, polisi menemukan bukti bahwa uang yang seharusnya digunakan untuk pemberangkatan jemaah justru dialihkan untuk biaya operasional dan gaya hidup tersangka.
Keanu Angelo, yang menjadi satu-satunya saksi yang hadir, membantah menerima uang tunai. Ia mengklaim bahwa kerja samanya dengan Hanania Travel berupa barter: testimoni dan konten promosi diimbangi dengan paket umrah gratis. Namun, penyidik masih menggali apakah transaksi itu mengandung nilai komersial yang tidak dilaporkan.
Kasus ini kian memperuncing kekhawatiran publik terhadap praktik promosi umrah oleh influencer yang tidak transparan. Banyak jemaah yang telah membayar puluhan juta rupiah, tetapi gagal berangkat karena travel tersebut tidak mampu memenuhi janji. Kini, selain aset tersangka sedang disita, otoritas juga tengah mengusut alur keuangan yang menghubungkan dana jemaah dengan pembayaran ke para selebgram.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap semua pihak yang terlibat—baik pengelola travel maupun pihak yang mempromosikannya—akan terus dilanjutkan. Kehadiran Awkarin yang absen menjadi sorotan tersendiri, mengingat popularitasnya yang masif di media sosial dan dugaan kuat bahwa ia menjadi salah satu ujung tombak pemasaran paket umrah Hanania yang kini dianggap bodong.

















