Home Berita Olah Raga Austria Bantah Tuduhan Pertandingan Dengan Aljazair Diatur

Austria Bantah Tuduhan Pertandingan Dengan Aljazair Diatur

Sumbawanews.com,- Pertandingan seru dan penuh kejutan antara Austria dan Aljazair di Kansas City Stadium, Minggu (28/6/2026) pagi WIB, berakhir 3-3 dan memicu spekulasi soal “sepakbola gajah”. Namun, pelatih Austria, Ralf Rangnick, tegas membantah semua tuduhan bahwa hasil pertandingan telah diatur.

Dalam laga penentuan fase grup J Piala Dunia 2026 itu, Austria unggul dua kali lewat gol Marko Arnautovic dan Marcel Sabitzer, namun Aljazair selalu menyamakan kedudukan lewat Rafik Belghali dan Riyad Mahrez. Di menit-menit terakhir, Mahrez sukses mencetak gol ketiga Aljazair, membuat tim Afrika Utara itu unggul 3-2. Tapi, di detik terakhir injury time, Sasa Kalajdzic menyelamatkan Austria dengan tandukan keras yang memaksa skor berakhir imbang.

Hasil ini membuat Austria finis runner-up Grup J dengan empat poin, sementara Aljazair menyusul sebagai peringkat ketiga terbaik dan berhak melaju ke babak 32 besar. Kedua tim pun lolos bersama Argentina, yang tampil sempurna dengan tiga kemenangan.

Namun, gaya bermain kedua tim setelah gol ketiga Aljazair—dengan banyak umpan mundur, minim tekanan, dan serangan setengah hati—memicu kecurigaan di kalangan pengamat. Banyak yang mengingat “Aib Gijon” di Piala Dunia 1982, ketika Jerman Barat dan Austria bermain seolah-olah menyesuaikan skor demi kepentingan bersama.

Rangnick menolak tudingan itu dengan tegas. “Normalnya, ketika skor 2-3, laga seharusnya berakhir. Fakta bahwa kami mampu menyamakan kedudukan di detik terakhir adalah bukti ketahanan mental dan usaha keras tim ini,” ujarnya, dikutip dari Mundo Deportivo. “Tidak ada yang bisa mengatakan pertandingan ini diatur, terutama setelah apa yang kita saksikan dalam 90 detik terakhir.”

Ia menekankan bahwa timnya bermain untuk menang, bukan sekadar mengejar hasil imbang. “Kami tidak pernah berpikir untuk bermain aman. Kami percaya pada kemampuan kami untuk bangkit—dan itu yang terjadi.”

Kedua tim kini bersiap menghadapi babak gugur. Austria akan bertemu Spanyol pada 3 Juli, sementara Aljazair akan menghadapi Swiss pada hari yang sama. Di tengah kontroversi, satu hal pasti: pertandingan ini akan dikenang bukan karena kecurigaan, tapi karena drama yang tak terduga di ujung waktu.

Previous articleBabi Hutan dan Monyet Serang Ladang Petani Badui, Kerugian Capai Rp25 Juta
Next articlePria Yordania Jual Dua Ekor Unta demi Saksikan Laga Argentina di Piala Dunia 2026