Home Berita Internasional Asrama Putri di Kenya Terbakar, 16 Siswi Tewas

Asrama Putri di Kenya Terbakar, 16 Siswi Tewas

Sumbawanews.com,- Kebakaran dahsyat melanda asrama putri Utumishi Girls Academy di Gilgil, Nakuru, Kenya, pada Kamis (28/5) dini hari, menewaskan 16 siswi dan melukai 79 lainnya. Api yang berkobar cepat menjalar melalui bangunan kayu dan bahan mudah terbakar di asrama yang penuh sesak, memicu kepanikan massal di tengah gelapnya malam. Para siswi yang tidur di lantai atas terjebak, sebagian besar tidak sempat menyelamatkan diri.

Saksi mata melaporkan bahwa pintu keluar terkunci atau terhambat, memperparah korban jiwa. Petugas pemadam kebakaran dan tim medis dari Palang Merah Kenya tiba sekitar satu jam setelah kebakaran dilaporkan, namun banyak korban sudah tak bernyawa saat ditemukan dalam posisi tergulung di atas kasur atau di dekat jendela, mencoba melompat. Sejumlah tubuh dibawa keluar dengan kantong jenazah, sementara yang selamat dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan luka bakar serius dan sesak napas akibat asap.

Orang tua yang datang ke lokasi terlihat terguncang, ada yang berteriak, menangis, atau hanya diam memandang reruntuhan asrama yang kini hanya tinggal rangka hitam dan atap runtuh. Beberapa anak yang selamat terlihat berjalan dengan luka di kaki, dibantu guru dan petugas keamanan. Di antara mereka, ada yang masih memegang buku pelajaran atau sepatu sekolah—barang yang tersisa dari malam yang mengubah hidup mereka selamanya.

Pihak sekolah mengaku tidak memiliki sistem alarm kebakaran yang berfungsi, dan pintu darurat tidak pernah diuji. Insiden ini memicu kemarahan publik di Kenya, di mana banyak keluarga menaruh kepercayaan penuh pada asrama sebagai tempat aman bagi anak perempuan dari daerah terpencil. Presiden Kenya, William Ruto, menyatakan duka mendalam dan memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas kegagalan keselamatan yang “tidak bisa diterima”.

Korban terbanyak berasal dari keluarga miskin yang mengirim putri mereka ke sekolah asrama karena keterbatasan akses pendidikan di daerah asal. Kini, pertanyaan besar menggema: berapa banyak lagi nyawa yang akan melayang karena kelalaian sistem yang seharusnya melindungi mereka?

Previous articleBalita Tewas karena Gangguan Game, Paman Akui Dengar Bisikan Gaib
Next articleIndonesia Siap Bertahan Gelar di Piala AFF U19 2026
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik