Home Berita Internasional AS Tewaskan Pemimpin Geng Venezuela

AS Tewaskan Pemimpin Geng Venezuela

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa militer AS telah menewaskan Hector Guerrero Flores, pemimpin tertinggi geng kriminal transnasional Tren de Aragua, dalam operasi militer yang dilancarkan oleh Komando Selatan AS. Operasi tersebut, menurut Trump, dilakukan atas perintah pribadinya dan berhasil menghabisi salah satu tokoh paling berbahaya di Amerika Latin.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut Guerrero — yang akrab dipanggil “Nino Guerrero” — sebagai dalang evolusi Tren de Aragua dari geng penjara Venezuela menjadi organisasi teroris berskala global. Ia menegaskan, sebelumnya di era pemerintahan Joe Biden, kelompok ini bebas beroperasi di wilayah AS dan menyebar ke Kolombia, Peru, Chili, hingga Eropa, dengan aktivitas mencakup perdagangan narkoba, pemerasan, penculikan, dan pembunuhan bayaran.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membenarkan bahwa Guerrero dipastikan tewas dalam serangan awal pekan ini. Namun, hingga kini pemerintah Venezuela belum memberikan tanggapan resmi terhadap klaim tersebut. Padahal, Guerrero telah menjadi buronan sejak melarikan diri dari Penjara Tocorón menjelang penggerebekan aparat Venezuela pada 2023.

Jaksa federal New York, Jay Clayton, sebelumnya telah mengajukan dakwaan terhadap Guerrero atas tuduhan pemerasan, perdagangan narkoba, dan kepemilikan senjata api. Dalam dakwaannya, Clayton menyebut Guerrero sebagai otak di balik ekspansi Tren de Aragua yang kini dianggap sebagai organisasi teroris asing (FTO) oleh pemerintah AS.

Pemerintahan Trump sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah petinggi geng tersebut, termasuk pembekuan aset dan larangan perjalanan. Trump menegaskan bahwa operasi ini bukan akhir, melainkan awal dari upaya “menumpas habis” sisa-sisa jaringan Tren de Aragua yang masih berkeliaran.

Dengan tewasnya Guerrero, Washington berharap dapat memutus rantai komando kelompok yang selama ini dianggap sebagai ancaman keamanan regional dan internasional. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah kematian seorang pemimpin mampu menghentikan mesin kekerasan yang telah menyebar ke lebih dari lima negara?

Previous articleIran dan AS Hampir Capai Kesepakatan Nuklir
Next articleBupati Cari Solusi Pengolahan Lahan Penanaman Jagung
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.