Sumbawanews.com,- Washington – NASA resmi mengumumkan kru penuh untuk misi Artemis III, misi bersejarah yang akan membawa manusia kembali ke permukaan Bulan setelah lebih dari lima dekade. Dijadwalkan meluncur pada 2027, misi ini bukan hanya sekadar pendaratan—tapi langkah krusial dalam persiapan eksplorasi jangka panjang di satelit alami Bumi itu.
Keempat astronot yang terpilih adalah sosok-sosok berpengalaman dengan latar belakang yang memukau. Komandan misi, Randy Bresnik, 58, mantan pilot Angkatan Laut AS dan veteran Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), akan memimpin misi ini. Ia satu-satunya anggota kru yang pernah terbang dalam program pesawat ulang-alik, pada 2009, dan pernah memimpin ISS pada 2017.
Sebagai pilot, Luca Parmitano, 49, menjadi astronot non-AS pertama dalam sejarah misi Artemis. Pria kelahiran Italia ini bukanlah pendatang baru di luar angkasa—ia pernah menjadi komandan ISS pada 2019, dan menjadi orang Italia pertama yang memegang jabatan tersebut. Keberadaannya menandai semakin eratnya kerja sama antarbangsa dalam eksplorasi luar angkasa.
Di posisi spesialis misi, dua astronot AS mengisi slot penting. Frank Rubio, 50, seorang dokter keturunan El Salvador dan mantan pilot helikopter Black Hawk Angkatan Darat AS, memegang rekor penerbangan luar angkasa tunggal terlama bagi astronot Amerika: 371 hari nonstop. Sementara itu, Andre Douglas, 40, akan menjalani penerbangan luar angkasa pertamanya. Meski baru, ia telah menjadi bagian dari kru cadangan Artemis II—misi bersejarah yang membawa manusia mengelilingi Bulan tanpa mendarat.
Misi selama dua minggu ini akan berfokus pada uji coba prosedur docking di orbit Bulan, pengumpulan data ilmiah, dan simulasi operasi yang akan diperlukan saat pendaratan nanti. Meski tidak ada wanita yang terpilih untuk penerbangan ini, NASA menegaskan bahwa keberagaman dalam kru—baik dari segi latar belakang, kebangsaan, maupun pengalaman—menjadi fondasi kuat bagi program eksplorasi masa depan.
Kru cadangan dipercayakan kepada Bob Heintz, pilot uji berpengalaman yang siap menggantikan siapa pun jika diperlukan. Dengan keberangkatan Artemis III, NASA tak hanya mengejar sejarah—ia membangun fondasi untuk koloni manusia di Bulan, dan pada akhirnya, perjalanan ke Mars.
Dengan misi ini, Bulan bukan lagi tujuan akhir, tapi titik lompatan.

















