Sumbawanews.com,- FIFA resmi membuka penyelidikan terhadap sejumlah pemain Timnas Argentina setelah kerusuhan pecah di Stadion MetLife, New Jersey, pada 21 Juli 2026, menyusul kekalahan 0-1 dari Spanyol dalam final Piala Dunia 2026. Insiden pasca-laga melibatkan sejumlah pemain Argentina yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap lawan, termasuk Leandro Paredes yang tertangkap kamera mencekik Eric Garcia dan menjatuhkan Gavi, serta Nahuel Molina yang diduga memukul Rodri. FIFA mengonfirmasi telah menunjuk Jaksa Disiplin dan Etik untuk menyelidiki pelanggaran berdasarkan Pasal 36 Kode Disiplin FIFA, dengan ancaman hukuman minimal tiga pertandingan bagi pemain yang terbukti bersalah. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga berpotensi dikenai sanksi jika dianggap gagal mengendalikan perilaku timnya.
Penyelidikan ini memperpanjang daftar duka Argentina setelah kegagalan meraih gelar juara, di mana Lionel Messi gagal menuntaskan misi terakhirnya di ajang dunia. Meski tak mendapat kartu merah langsung dari wasit, Paredes kini berada di pusat sorotan disiplin FIFA, bersama Thiago Almada dan Nicolas Otamendi yang juga terlibat dalam konflik pasca-pertandingan. Sementara itu, perayaan Spanyol yang dipimpin Rodri dan Ferran Torres—pencetak gol penentu kemenangan di babak tambahan—berlangsung tertib, memperkuat citra La Furia Roja sebagai juara yang sportif.
FIFA menegaskan bahwa hasil penyelidikan akan diumumkan setelah laporan resmi dari jaksa disiplin selesai disusun. Hukuman tidak hanya berupa skorsing, tetapi juga bisa mencakup denda finansial atau larangan masuk ke fasilitas FIFA. Kericuhan ini menjadi salah satu insiden paling serius dalam sejarah final Piala Dunia modern, dan menjadi ujian berat bagi citra sepak bola Argentina di kancah internasional.















