Sumbawanews.com,- Amerika Serikat akan bertemu Belgia dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) pukul 07.00 WIB, di Lumen Field, Seattle. Pertandingan ini menjadi penentu nasib kedua tim untuk melangkah ke perempat final, sekaligus kesempatan bagi AS untuk mengakhiri tren buruk selama lebih dari dua dekade di turnamen ini. Tim asuhan Mauricio Pochettino lolos sebagai juara Grup D setelah menang 2-0 atas Bosnia-Herzegovina, sementara Belgia tampil sebagai pemuncak Grup G usai menang dramatis 3-2 atas Senegal di babak sebelumnya.
Kemenangan Belgia atas Senegal menyisakan kisah heroik: tertinggal 0-2 di menit-menit akhir, mereka bangkit berkat gol Romelu Lukaku dan Youri Tielemans, sebelum Tielemans menuntaskan kemenangan lewat penalti di menit ke-120. Di sisi lain, Amerika Serikat menunjukkan konsistensi dengan meraih enam poin sempurna di fase grup, termasuk kemenangan 4-1 atas Paraguay di laga pembuka. Kedua tim sama-sama mengincar perempat final, sebuah pencapaian terakhir kali diraih AS pada Piala Dunia 2002 — sejak itu, mereka selalu gagal melewati babak 16 besar pada empat edisi berikutnya.
Secara historis, Belgia mendominasi head-to-head melawan AS, dengan enam kemenangan dari tujuh pertemuan sebelumnya. Satu-satunya kemenangan Timnas Amerika Serikat atas Belgia terjadi pada Piala Dunia 1930. Pertemuan terakhir keduanya pada Maret 2026 berakhir dengan kekalahan 2-5 bagi AS, memperkuat tren keunggulan The Red Devils. Christian Pulisic, sang winger andalan, menjadi harapan utama tim tuan rumah untuk memecah benteng pertahanan Belgia, yang dipimpin oleh kekuatan ofensif Lukaku dan kendali permainan Tielemans.
Laga ini bukan hanya soal taktik atau kekuatan pemain, tetapi juga soal sejarah dan psikologi. Bagi Amerika Serikat, ini adalah momen untuk membuktikan bahwa generasi baru mereka mampu melampaui bayang-bayang masa lalu. Sementara bagi Belgia, yang pernah finis ketiga pada Piala Dunia 2018, ini adalah kesempatan untuk kembali menunjukkan kejayaan setelah kegagalan di fase grup pada 2022. Dengan stadion penuh penonton di Seattle dan tekanan besar di pundak kedua tim, pertandingan ini siap menjadi salah satu laga paling menegangkan di putaran kedua Piala Dunia 2026.















