Sumbawanews.com,- Survei Lembaga KedaiKOPI yang dilakukan pada 14–22 Juni 2026 terhadap 585 orang tua atau wali calon murid SD hingga SMA menunjukkan bahwa 66 persen responden mendukung penerapan jalur domisili dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Namun, tingkat kepercayaan terhadap pelaksanaan sistem ini masih tergolong cukup setuju, dengan rata-rata skor dukungan sebesar 6,71.
Head of Research KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, menjelaskan bahwa mayoritas orang tua mendukung jalur ini karena pertimbangan jarak sekolah dari rumah, yang dianggap dapat meringankan biaya transportasi dan memberi kesempatan adil bagi warga sekitar. Namun, 34 persen lainnya tetap menolak, dengan alasan bahwa sistem ini bisa merugikan siswa berprestasi yang tinggal jauh dari sekolah favorit.
Survei juga mengungkap bahwa persepsi tentang sekolah favorit masih kuat, dengan 80,2 persen responden meyakini adanya sekolah-sekolah yang menjadi incaran utama. Ashma menilai, persepsi ini turut memperlemah penerimaan terhadap jalur domisili, terutama di wilayah dengan keterbatasan ketersediaan sekolah negeri.
Selain itu, sebagian responden masih mengkhawatirkan potensi kecurangan, seperti titipan orang dalam, manipulasi dokumen, hingga jual beli kursi dalam proses penerimaan. KedaiKOPI merekomendasikan pemerintah untuk tidak hanya memperkuat sosialisasi teknis pendaftaran, tetapi juga menjelaskan substansi tujuan SPMB, khususnya mengapa empat jalur penerimaan—termasuk domisili—dianggap penting bagi keadilan dan kualitas pendidikan.
Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui metode Computer Assisted Self Interview (CASI).















