Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dinilai gagal memahami dinamika sepak bola Asia Tenggara, menjadi salah satu penyebab utama skuad Garuda tersingkir di fase grup Piala AFF 2026. Pengamat sepak bola Hadi Gunawan atau Bung Ahay menegaskan bahwa meski tanggung jawab organisasi berada di tangan PSSI, aspek teknis dan taktis di lapangan sepenuhnya menjadi beban Herdman. Timnas Indonesia, yang memiliki materi pemain cukup kuat, gagal melaju ke semifinal setelah finis di peringkat tiga Grup A dengan tujuh poin, kalah dari Vietnam (10 poin) dan Singapura (8 poin). Kegagalan itu diperparah dengan kekalahan telak 0-3 dari Vietnam di Stadion Pakansari, setelah sebelumnya diwarnai kelemahan bertahan yang sudah terlihat saat menghadapi Timor Leste.
Bung Ahay menyoroti ketidakmampuan Herdman mengadaptasi strategi meski telah diberi peringatan jelas dari dua laga sebelumnya. Saat menghadapi Timor Leste, lini belakang Indonesia kerap kewalahan menghadapi serangan balik cepat, sebuah pola yang sama persis digunakan Vietnam dalam pertandingan penentu nasib. Namun, Herdman tidak melakukan perubahan signifikan dalam susunan pemain atau taktik bertahan. Akibatnya, Vietnam mampu membaca permainan Indonesia dengan presisi, khususnya dalam mematikan gerak Mitchell Baker, pencetak empat gol di dua laga awal. Pemain asal Australia itu sama sekali tidak berkembang di laga melawan Vietnam, karena isolasi ruang gerak yang sempurna oleh pertahanan Golden Star Warriors.
Bung Ahay menekankan bahwa kekalahan 0-3 bukan soal kualitas pemain, melainkan kegagalan pelatih dalam membaca karakter lawan kawasan. “John Herdman tidak memahami peta sepak bola di Asia, khususnya Asia Tenggara,” ujarnya. Ia menambahkan, Vietnam tampil lebih siap secara strategis, sementara Timnas Indonesia terlihat kaku dan tidak responsif terhadap perubahan dinamika permainan. Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di laga terakhir di Stadion Jalan Besar, Singapura, pada 7 Agustus 2026, tidak cukup untuk menyelamatkan peluang lolos, dan akhirnya mengukuhkan kegagalan Timnas Indonesia di turnamen ini.















