Teheran, sumbawanews.com – Menteri Luar Negeri Seyyed Abbas Araqchi, Minggu (01/02) mengatakan, Pasukan militer Amerika Serikat yang beroperasi di lepas pantai Iran sekarang ingin menentukan bagaimana pasukan bersenjata Iran harus melakukan manuver militer di wilayahnya.
Baca Juga: Di Turki Menlu Araqchi Nyatakan Iran Siap Bernegosiasi dan Siap Berperang
Menurutnya, komando Pusat AS (US central command/centcom) telah meminta pasukan militer nasional yang telah dinyatakan oleh pemerintah AS sebagai “organisasi teroris” untuk bertindak “secara profesional”. Dan pada saat yang sama mengakui hak untuk melakukan manuver militer bagi “organisasi teroris” yang sama.
“Tingkat kontradiksi ini adalah realitas yang dihadapi dunia saat ini, dan menarik bahwa pemerintah Eropa juga secara aktif memutuskan untuk mengikuti jalan ini,” kata dia.
Ditegaskan, Korps Garda Revolusi Islam (The slamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) selalu dan terus menjadi penjaga perdamaian dan stabilitas di Teluk Persia dan Selat Hormuz. “Di kawasan kita, IRGC diakui sebagai kekuatan yang tangguh yang telah membuktikan kemampuannya di medan perang, baik melawan kelompok teroris maupun melawan pasukan penyerang,” jelasnya.
Diungkapkan, Kebebasan navigasi dan jalur aman bagi kapal dagang di Selat Hormuz sama pentingnya bagi Iran seperti halnya bagi negara-negara tetangga kita. “Kehadiran pasukan dari luar kawasan di kawasan kita selalu menghasilkan dampak yang berlawanan dengan klaim mereka: meningkatkan ketegangan alih-alih menguranginya,” jelas dia. (Using)















