Madrid, sumbawanews.com – Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez di hadapan Kongres Spanyol, Rabu (25/03) kembali menegaskan pendirian pemerintah Spanyol tidak untuk perang, yang telah dipertahankan sejak awal konflik di Iran.
“Patriotisme berarti menentang perang ilegal yang sama sekali tidak menguntungkan kepentingan warga Spanyol atau Eropa,” tegas Perdana Menteri Spanyol.
Baca Juga: Kutuk Perang Iran, Sánchez: Ilegal
Diuraikan, Spanyol telah menolak penggunaan pangkalan udara Rota dan Morón oleh Amerika Serikat untuk perang ini. Dan Semua rencana penerbangan yang mencakup tindakan terkait operasi di Iran telah ditolak, termasuk yang untuk pengisian bahan bakar pesawat.
“Ini tidak mudah. kami adalah negara berdaulat yang tidak ingin berpartisipasi dalam perang ilegal,” jelasnya.
Perdana Menteri Spanyol juga menyinggung evakuasi 8.000 warga Spanyol yang terjebak di Iran dan negara-negara Teluk, serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke negara-negara yang terkena dampak seperti Lebanon.
Ia mengingatkan kembali Perang Irak, yang pada tahun 2003 memicu penolakan dari lebih dari 3 juta warga di seluruh Spanyol. Dan konflik saat ini menghadirkan skenario yang jauh lebih buruk, dengan potensi cakupan yang jauh lebih luas dan lebih dalam.
ia menekankan, Iran adalah kekuatan militer dengan jumlah tentara reguler lebih banyak daripada gabungan Jerman, Prancis, dan Italia. Disamping teknologi canggih yang mampu menghancurkan pesawat di udara, meluncurkan rudal jarak jauh, dan mengendalikan Selat Hormuz.
“Konsekuensi bulan pertama konflik yang tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi. pemboman telah menghantam lebih dari 3.000 target strategis dan menghancurkan lebih dari 40.000 rumah, serta rumah sakit, sekolah, dan infrastruktur energi. Jumlah korban tewas telah mencapai hampir 2.000, dan lebih dari 4 juta orang telah mengungsi di Iran dan Lebanon,” jelasnya. (Using)

















