Home Berita Presiden Iran : Kerusuhan Dirancang Karena Kemajuan Iran

Presiden Iran : Kerusuhan Dirancang Karena Kemajuan Iran

Teheran, sumbawanews.com – Presiden Iran, Ayatollah Dr Seyyed Ebrahim Rais, dalam Pertemuan ke-18 Organisasi Kantor Berita Asia-Pasifik (OANA), Selasa (25/10) mengatakan, kerusuhan di Iran merupakan dirancang karena kemajuan Iran. Dan Peran media dalam membela terhadap serangan kejam terhadap kemerdekaan, kebebasan, budaya dan identitas negara-negara merdeka adalah sangat penting.

“Hari ini, Republik Islam berada dalam posisi Ini adalah kekuatan dan martabat, dan kami percaya bahwa konspirasi dan kerusuhan yang dirancang dan dilaksanakan terhadap Republik Islam adalah karena kemajuan dan kekuatan Republik Islam,” katanya.

Ia menyatakan, Amerika Serikat membuat kesalahan dalam perhitungan mereka untuk kesekian kalinya. Hal tersebut disampai dalam percakapan yang dilakukan dengan Presiden beberapa negara.

“Saya mengatakan kepada mereka untuk mengirim pesan kepada Amerika bahwa mereka membuat kesalahan dalam perhitungan mereka untuk kesekian kalinya,” tegas dia.

Ayatollah Raisi mengatakan, salah perhitungan Amerika sangat berbahaya bagi diri mereka sendiri. Dan juga, negara-negara lain seperti Afghanistan menderita banyak kerugian karena kesalahan perhitungan strategis Amerika dan sebagai akibat dari 20 tahun pendudukan Amerika Serikat.

Ia Menyatakan, hari ini Republik Islam Iran lebih kuat dari sebelumnya berkat Yang Mahakuasa dan darah para syuhada. Dan kehadirannya di kawasan itu akan sangat efektif. “Kami bermaksud untuk selalu menggunakan kehadiran yang kuat ini sebagai agenda Republik Islam untuk mendukung kaum tertindas di dunia dan mendukung para pencari kebebasan di dunia,” jelasnya.

Dikatakan, Barat, dengan menerapkan standar ganda, mendukung orang sebagai pencari kebebasan yang sebenarnya adalah agen mereka sendiri. Tetapi mereka tidak mendukung orang pencari kebebasan nyata di tempat lain yang mencari kemerdekaan dan mencari kebebasan sejati.

Peran Media
Dikatakan, hari ini di dunia komunikasi kita menyaksikan serangan besar-besaran terhadap budaya negara-negara merdeka. “Peran media dalam membela terhadap serangan kejam terhadap kemerdekaan, kebebasan, budaya dan identitas negara-negara merdeka adalah sangat penting,” jelasnya.

Presiden Raisi mempertimbangkan untuk melestarikan identitas dan kemerdekaan bangsa dan negara di kawasan sebagai misi besar media. Dan Dunia saat ini adalah dunia informasi dan komunikasi, di mana budaya bangsa-bangsa, terutama negara-negara merdeka bangsa dan negara, telah diserang.
Dr Raisi menyatakan, “Dalam menghadapi serangan kejam ini terhadap budaya, kemerdekaan dan kebebasan bangsa, media tidak hanya bertanggung jawab untuk melestarikan identitas, melindungi kemerdekaan dan menjamin kebebasan bangsa. Tetapi juga berkewajiban untuk melindungi bangsa-bangsa dari serangan terhadap budaya ini.

Lebih lanjut Dr Raisi menyebutkan, teror budaya sebagai salah satu jenis terorisme. “Kadang teror fisik, kadang teror karakter yang dilakukan dengan fitnah dan pencemaran nama baik, kadang teror ekonomi yang diterapkan terhadap suatu bangsa dengan alat sanksi, tetapi kadang-kadang itu adalah teror budaya. Dalam teror jenis ini, kebenaran ditargetkan dengan tipu daya dan kebohongan, dan upaya dilakukan untuk menghilangkan fakta dari siklus informasi dan komunikasi,” ucapnya.

Ia mengatakan, media, khususnya media kawasan Asia dan Pasifik, memiliki tugas serius untuk menyampaikan aset dan kapasitas budaya dan ekonomi yang kaya dari kawasan ini kepada bangsa-bangsa. Dan Media dapat melindungi nilai dan martabat bangsa, serta dapat mengemban misi menegakkan keadilan di masyarakat”.

Ayatollah Raisi mengatakan, Hari ini, kerajaan berita dan media berada di bawah kendali negara-negara Barat, Amerika dan Rezim Zionis, mencoba untuk menanamkan persepsi yang mereka inginkan ke dalam masyarakat dan khususnya kaum muda, dan di sini misi media sangat sulit dan penting.
Presiden menambahkan, “Hari ini, beberapa media dan arus terus mempromosikan kekerasan, ekstremisme, kejahatan terorganisir, narkoba, dan memulai semua jenis perselisihan etnis, agama, dan nasional di masyarakat lain, terutama negara-negara merdeka, dan peran Anda dalam menghadapi tindakan ini. sangat penting”.

Dan Ayatollah Raisi menyatakan bahwa hubungan antara Republik Islam Iran dengan China dan Rusia selalu ada, dan kesepahaman diupayakan secara serius oleh para pihak. “Selain mengembangkan hubungan dengan negara-negara di kawasan, kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Afrika. negara dan negara-negara Amerika Latin,” ujar dia. (Using)

Previous articlePolres Sumbawa Beri Pendampingan Petugas Dinas Kesehatan Awasi Peredaran Obat Cair
Next articleSatgas Yonarmed 1 Kostrad Bantu Pembangunan Rumah Tokoh Agama di Maluku
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.