Home Berita FKLE Sumbawa Dorong Ketahanan Pangan Masyarakat Lewat Desa Berdaya

FKLE Sumbawa Dorong Ketahanan Pangan Masyarakat Lewat Desa Berdaya

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Forum Komunikasi Lintas Etnis (FKLE) Kabupaten Sumbawa, berupaya mendorong ketahanan pangan masyarakat melalui desa berdaya. Program tersebut, merupakan inovasi FKLE untuk menyentuh masyarkat kalangan menengah kebawah, untuk mendorong ketahanan pangan melalui pemanfaatan pekarangan rumah.

“FKLE yang terdiri dari 15 etnis di kabupaten sumbawa ini, ingin berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Mohon maaf, mungkin selama ini FKLE berkontribusi tidak main ditingkat pemberdayaan masyarakat. sehingga keberadaan kita tidak dirasakan oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah,” kata Ketua FKLE, Agus Herianto, didampingi Repi S., di kantor Bupati Sumbawa, Selasa (12/01).

Sehingga, pada tahun 2022 ini, FKLE muncul dalam bentuk kegiatan riel di masyarakat. “karena kita baru mulai tahun 2022 ini, maka kita ingin berkolaborasi dengan program-program sejenis yang sudah ada sebelumnya. jadi ketemu program desa berdaya. Program ini ada satu pendamping yang ditepatkan disetiap desa tempat program. Desa berdaya menanggung biayanya si pendamping, FKLE masuk membiayai kegiatan-kegiatan pemberdayaannya,”ucapnya.

Ia menjabarkan, Perpres nomor 104, menitik beratkan mandatorin pada 40 persen Bansos di dana desa. kemudian 20 persen untuk ketahanan pangan masyarakat. “Sehingga insya allah pemberdayaan masayrakat yang akan digalakkan FKLE konsennya dipemenuhan kebutuhan pangan,” tuturnya.

FKLE ingin menggalakkan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangannya dengan pola sederhana. Sehingga rumah tangga dapat memenuhi konsumsi sayur sendiri untuk keperluan sehari-hari. “Disitu nanti kita akan berikan pelatihan masyarakat yang kita intervensi untuk memanfaatkan wadah bekas untuk hidroponik sederhana,” katanya.

Ditegaskan, FKLE akan berupaya untuk mendorong program tersebut secara berkesinambungan. Agar mampu memberikan penyadaranan dan merubah pola pikir masyarakat, melalui kegiatan yang dapat disaksikan secara langsung.

Sejauh ini, setidaknya telah terdapat 11 desa/keluarahan yang tengah menjalankan program tersebut. Antara lain desa Uma Beringin, Desa Kerekeh, dan Kelurahan Brang Biji.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi budaya bahwa masyarakat kita dapat memetic sayur untuk konsumsi sehari-hari. kita ingin mencoba dari beberapa kelompok, ketika ini sudah berjalan kita yakinkan masyarakat lain dengan memperlihatkan bukti yang sudah ada di kelompok sebelumnya,” tuturnya.

Untuk jangka panjang, melalui program berdaya juga akan mendorong rumah tangga untuk memperoleh income dari hasil sayur di pekarangan. “Kedepan kita juga akan berbicara bahwa ini juga bisa menghasilkan. Tapi untuk sekarang, setidaknya masyarakat bisa memetik sayur dari pekerangan sendiri untuk kebutuhan sendiri. Komunitas ini akan kita arahkan kesana (bisnis). Dengan komunitasnya, bisa bekerjsama dengan penjual sayur misalnya,” katanya. (Using)

Previous articleJajaran Kemenkumham Kabupaten Sumbawa Tandatangan Janji Kerja 2022
Next articleKontrak Operasional Kegiatan Bakamla RI di Tahun 2022 Ditandatangani
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.