Sumbawanews.com,- Pemilu paruh waktu Amerika Serikat 2026 mencatatkan sejarah dengan terpilihnya senator Muslim pertama dan delapan politikus Muslim serta keturunan Arab-Amerika ke Kongres dan legislatif negara bagian. Kemenangan ini terjadi di tengah kampanye yang diwarnai retorika anti-Muslim dan serangan politik dari Presiden Donald Trump dan sekutunya. Abdul El-Sayed, dokter keturunan Mesir-Amerika, menjadi Muslim pertama yang duduk di Senat AS setelah mengalahkan kandidat Partai Republik Mike Rogers di Michigan. Di waktu yang sama, Adam Hamawy menjadi perwakilan Muslim pertama dari New Jersey di DPR AS, sementara Darializa Avila Chevalier menjadi perempuan Muslim Latina pertama yang terpilih ke Kongres.
Rashida Tlaib dan Ilhan Omar kembali mempertahankan kursi mereka di DPR AS untuk periode kelima, masing-masing dari Michigan dan Minnesota. Tlaib, salah satu perempuan Muslim pertama yang terpilih ke Kongres pada 2018, dikenal vokal mengkritik perang Israel di Gaza. Hamawy, mantan dokter bedah Angkatan Darat AS yang pernah merawat warga Palestina di Gaza, menang di Distrik Kongres ke-12 New Jersey. Di New York, Aber Kawas, keturunan Palestina yang keluarganya terusir pada 1948, menjadi senator negara bagian pertama keturunan Palestina. Abbas Alawieh dari Michigan dan Nabeela Syed dari Illinois juga menang di senat negara bagian, sementara Andre Carson dan Lateefah Simon mempertahankan kursi mereka di DPR AS dari Indiana dan California.
Selain itu, sejumlah perempuan Muslim lainnya terpilih di tingkat negara bagian, termasuk Zaynab Mohamed di Minnesota, Munira Abdullahi di Ohio, Maryam Khan di Connecticut, dan Madinah Wilson-Anton di Delaware. Dari komunitas Pakistan-Amerika, Salman Bhojani dan Suleman Lalani menang di Texas, Saud Anwar di Connecticut, dan Tarik Khan di Pennsylvania. Politikus Partai Republik keturunan Arab-Amerika Darin LaHood dari Illinois juga berhasil mempertahankan kursinya, sambil menyatakan kebanggaannya atas latar belakang keturunan Lebanon-nya. Di Colorado dan Georgia, Iman Jodeh dan Ruwa Romman menang di senat negara bagian, sementara Abdelnasser Rashid diproyeksikan menang di Illinois. Kemenangan ini menunjukkan peningkatan representasi komunitas Muslim dan Arab-Amerika di berbagai tingkat pemerintahan, meski menghadapi tantangan politik yang intens.















