Sumbawanews.com,- Di Istanbul pada Kamis, 5 November 2026, Fenerbahce mengejutkan dunia sepak bola dengan mengalahkan mantan klub pelatihnya, Liverpool, dengan skor 3-2 dalam lanjutan Liga Champions. Dirk Kuyt, mantan penyerang Liverpool yang kini menangani Fenerbahce secara interim, menjadi arsitek kebangkitan timnya dengan membangkitkan semangat legenda 2005 — ketika The Reds bangkit dari tertinggal 3-0 melawan AC Milan di stadion yang sama.
Kuyt, yang pernah tampil hampir 300 kali untuk Liverpool sejak bergabung pada 2006, membagikan kisah heroik final 2005 di ruang ganti sebelum laga. Ia menekankan kepada para pemainnya bahwa keajaiban bisa terulang: “Bertahun-tahun yang lalu, sebuah keajaiban terjadi di Istanbul. Liverpool bangkit dari ketertinggalan 3-0 dan memenangkan Liga Champions. Tidak ada yang menyangka. Tetapi saya percaya. Mari kita ciptakan keajaiban bersama.” Pernyataan itu menjadi katalisator mental yang memicu perlawanan sengit Fenerbahce di lapangan.
Kuyt tidak hanya mengandalkan motivasi emosional. Ia menekankan kedisiplinan taktis dan kepercayaan penuh terhadap filosofi permainan sebagai kunci utama. “Kami punya rencana, kami punya filosofi, tetapi yang terpenting, para pemain kami harus mempercayainya. Jika Anda mempercayainya, Anda bisa mengalahkan tim-tim terbaik di dunia,” ujarnya usai laga. Hasilnya, Fenerbahce mampu menahan gempuran Liverpool yang terus menekan, sekaligus memanfaatkan peluang untuk mencetak tiga gol penentu.
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Fenerbahce — dan sekaligus pengakuan atas kecerdasan Kuyt dalam menggabungkan pengalaman pribadi, semangat Liverpool, dan disiplin tim. Di kota yang pernah menyaksikan kebangkitan legendaris The Reds, kini ia menciptakan keajaiban baru — bukan sebagai pemain, tapi sebagai pelatih yang percaya pada kekuatan keyakinan.















