Sumbawanews.com,- Tim SAR yang menumpang KN SAR Tetuka telah menyelesaikan penyisiran dari Pulau Rakata Besar hingga mulut Samudra Hindia, namun belum menemukan jejak kapal atau keberadaan lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak saat meliput aktivitas Anak Krakatau. Pencarian berlangsung pada hari ketiga, dengan kapal yang berangkat dari Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, pukul 08.00 WIB pada 10 September 2026. Wilayah pencarian mencakup jarak 54 kilometer dari Rakata Besar, hingga batas 30 nautical miles ke arah Samudra Hindia, dengan teknik creeping line yang menelusuri garis lurus seperti menyeterika laut. Kondisi ombak normal, berkisar 1,5–2 meter, dan tidak ada benda terapung, puing, atau sinyal yang terdeteksi sepanjang rute. Kapal yang dipimpin oleh Septa Arif Robadi dan didampingi AKBP Lis Handaya dari Polairud Polda Banten juga membawa keluarga korban, termasuk adik jurnalis Arie Basuki dari Merdeka.com. Sementara itu, Anak Krakatau kembali erupsi pukul 09.10 WIB dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 17 detik, meski kolom erupsi tidak teramati secara visual. Lahar panas masih terlihat mengalir di lereng gunung, namun tidak menghalangi operasi pencarian. Tim terus melanjutkan patroli ulang-alik di zona yang telah ditentukan, dengan harapan menemukan petunjuk yang belum terdeteksi.
Home Berita Nasional Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil Hingga Mulut Samudra Hindia















