Sumbawanews.com,- Perang dagang yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Kanada berbalik menjadi beban politik bagi Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu 3 November 2026. Kebijakan tarif 50 persen terhadap sejumlah produk Kanada, yang diumumkan pada 8 September 2026, memicu protes dari anggota parlemen Republik di negara bagian yang bergantung pada perdagangan dengan tetangga utara itu. Gedung Putih akhirnya mengecualikan semen dan garam jalan dari daftar tarif setelah tekanan dari Senator Susan Collins dari Maine, yang memperingatkan dampaknya terhadap infrastruktur dan biaya hidup warga. Namun, sambil menghapus dua produk tersebut, Washington justru memperluas pungutan terhadap baja, aluminium, produk susu, sepeda motor, dan minuman beralkohol, serta melarang impor sejumlah barang lainnya mulai 29 September. Respons Kanada pun tak kalah tajam: Ottawa memberlakukan tarif balasan 15 hingga 50 persen terhadap produk AS, dengan sengaja memilih barang-barang yang diproduksi di negara bagian kunci seperti Michigan, Ohio, dan Wisconsin—wilayah-wilayah yang menjadi medan pertarungan ketat dalam pemilu Senat. Analisis menunjukkan enam dari delapan pertarungan Senat paling sengit tahun ini terjadi di negara bagian yang menjadikan Kanada mitra perdagangan terbesar, sehingga kebijakan Trump berisiko mengalihkan kemarahan konsumen dan bisnis lokal kepada kandidat Republik, bukan kepada pemerintah Kanada.
Home Berita Internasional Perang Tarif Trump Balik Menyerang Partai Republik Jelang Pemilu Paruh Waktu















