Sumbawanews.com,- Liverpool akan mengganti sponsor utama jersey mereka mulai musim 2027/2028, mengakhiri kemitraan 17 tahun dengan Standard Chartered. Maskapai nasional Turki, Turkish Airlines, resmi menjadi sponsor dada baru The Reds, menggantikan bank asal Inggris itu setelah kesepakatan lima tahun senilai 300 juta pound atau sekitar 60–65 juta pound per musim diumumkan pada 8 September 2026. Turkish Airlines menjadi sponsor keenam dalam sejarah klub sejak berdiri, dan akan muncul di semua jersey tim utama hingga tim wanita dan tim usia muda.
Kesepakatan ini menandai babak baru dalam strategi komersial Liverpool, sekaligus memperkuat ikatan emosional dengan sejarah klub—terutama kemenangan legendaris di Istanbul pada 2005, ketika Liverpool membalikkan kekalahan 0-3 melawan AC Milan untuk menjadi juara Liga Champions. Chief Commercial Officer Liverpool, Ben Latty, menyebut Turkish Airlines sebagai mitra global dengan jaringan luas yang sejalan dengan citra klub. “Bagian depan jersey Liverpool memiliki tempat khusus dalam sejarah kami. Kami berharap bisa membangun hubungan kuat bersama mereka, dengan fondasi dari kenangan istimewa di tahun 2005,” ujarnya.
CEO Turkish Airlines, Ahmet Olmustur, menyambut hangat kemitraan ini. “Liverpool FC adalah salah satu klub top dan paling dihormati di dunia, dengan sejarah luar biasa serta fans mendunia. Kami sangat senang Turkish Airlines menjadi sponsor utama klub dan nama kami akan terpampang di salah satu jersey paling ikonik di dunia olahraga.” Turkish Airlines sebelumnya pernah menjadi sponsor Liga Champions, dan kini memperluas jejaknya ke salah satu tim paling bersejarah di Eropa.
Kesepakatan ini menyamai nilai sponsor utama di klub-klub besar lain: Arsenal dengan Emirates, Manchester City dengan Etihad Airways, dan Manchester United dengan Snapdragon. Namun, berbeda dengan mitra-mitra tersebut yang hanya fokus pada tim utama pria, Turkish Airlines akan muncul di semua level tim Liverpool, termasuk tim wanita dan akademi. Kemitraan ini resmi berlaku mulai Juni 2027, menutup era Standard Chartered yang telah berlangsung sejak 2010.















