Sumbawanews.com,- Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal dan China mencapai 1.385 orang, dengan 5.519 orang masih dinyatakan hilang, 11 hari setelah bencana terjadi pada 6 September 2026. Data resmi dari kedua negara menunjukkan bahwa Nepal melaporkan 1.342 korban jiwa dan 5.000 orang hilang, termasuk 589 warga negara asing, sementara China mengonfirmasi 43 kematian dan 519 orang hilang di wilayah Tibet. Dari total yang hilang, 850 di antaranya adalah warga asing, menurut laporan otoritas kedua negara. Lebih dari 13.000 orang telah berhasil diselamatkan dari wilayah terdampak, sementara 4.430 perempuan hamil berada di zona bencana, dengan prediksi 500 kelahiran mendatang dan 74 di antaranya membutuhkan penanganan medis darurat. Di Rumah Sakit Trishuli, bangsal bersalin telah diubah menjadi pos darurat, dengan sembilan persalinan telah ditangani sejak bencana, namun fasilitas kesehatan kewalahan menghadapi kebutuhan mendesak lainnya.















