Home Berita Internasional Trump Ancam Laporkan Jurnalis NBC ke FCC Usai Komentar Hasil Pemilu Sela

Trump Ancam Laporkan Jurnalis NBC ke FCC Usai Komentar Hasil Pemilu Sela

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Komisi Komunikasi Federal (FCC) menghukum jurnalis NBC News Kristen Welker, menyusul pernyataannya bahwa kandidat yang didukungnya dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik menjelang pemilu sela 2026 memperoleh hasil yang “beragam”. Dalam unggahan di Truth Social pada Ahad (30/8/2026), Trump menuduh pernyataan itu sebagai “ketidakakuratan yang disengaja” dan mengancam akan melaporkan Welker kepada FCC untuk mendapat teguran atau hukuman. Ia juga mempertanyakan bagaimana stasiun televisi yang menggunakan frekuensi publik bisa menyebarkan informasi semacam itu, lalu menyerukan Ketua FCC Brendan Carr untuk menangani kasus ini secara serius.

NBC News langsung membela Welker. Dalam pernyataan resmi, juru bicara outlet berita itu menyatakan bahwa Welker adalah salah satu jurnalis terbaik di bidangnya dan pihaknya sepenuhnya mendukungnya. Komentar kontroversial itu disampaikan Welker dalam siaran langsung di WRC-TV, stasiun afiliasi NBC di Washington, D.C., sebelum acara Meet the Press tayang, dan tidak muncul dalam episode utama program tersebut.

Trump membantah keras gambaran bahwa dukungannya terhadap kandidat gagal meraih kemenangan mutlak. Ia mengklaim bahwa endorsement-nya merupakan salah satu yang paling kuat dalam sejarah politik AS, dengan menunjukkan bahwa dari sekitar 260 kandidat yang didukungnya untuk posisi DPR, Senat, dan gubernur, hanya sembilan yang kalah hingga akhir Agustus 2026. Namun, analisis The New York Times mencatat bahwa sebagian besar kandidat pilihan Trump adalah petahana atau bertarung di distrik yang sangat menguntungkan, termasuk beberapa yang tidak memiliki lawan sama sekali—mengurangi makna angka kemenangan yang diklaimnya.

Meski demikian, fakta bahwa sejumlah kandidat yang didukung Trump memang mengalami kekalahan memberi dasar pada pernyataan Welker tentang “hasil beragam.” Ketegangan ini memperdalam ketegangan antara Trump dan media arus utama, yang telah berlangsung sejak masa kepresidenannya.

Previous articleEmtek Kembali Jadi Penyiar Resmi BRI Super League 2026/2027
Next articleI.League Hapus Wajib Mainkan Pemain U-23 45 Menit, Ganti dengan Insentif Berbasis Kualitas