Sumbawanews.com,- Pada 1 September 1897, sistem kereta bawah tanah pertama di Amerika Utara secara resmi beroperasi di Boston, Amerika Serikat. Jaringan Tremont Street Subway yang menghubungkan Park Street dengan Public Garden di Boylston Street dibuka untuk umum, menandai terobosan besar dalam transportasi perkotaan. Sehari setelah peresmian, sekitar 200 ribu hingga 250 ribu warga memadati stasiun bawah tanah untuk mencoba moda baru ini. Surat kabar The Boston Globe melaporkan antusiasme publik, meski banyak penumpang mengeluhkan kepadatan dan ketidaknyamanan selama perjalanan pertama.
Pembangunan tahap awal jaringan ini memakan waktu dua setengah tahun, dengan perjalanan antar stasiun diperkirakan hanya membutuhkan empat menit. The Boston Globe menekankan bahwa kereta bawah tanah bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan hidup yang diharapkan mampu meredam kemacetan di pusat kota. Media itu juga memberi panduan jelas: penumpang wajib membeli tiket bertanggal sebelum turun ke peron, dan tanpa tiket, tidak diperbolehkan masuk.
Kehadiran mesin listrik di terowongan bawah tanah dianggap akan mengubah lanskap urban Boston, menciptakan ruang aktivitas baru di bawah permukaan jalan. Dalam edisi 2 September 1897, The Globe bahkan memuat kartun yang menggambarkan berbagai “pemandangan aneh” selama hari-hari awal operasi, menunjukkan betapa fenomenalnya peristiwa ini bagi masyarakat setempat. “Long live the subway!” tulis surat kabar itu menjelang peresmian—sebuah seruan yang menjadi simbol semangat zaman.















