Sumbawanews.com,- Banjir bandang menerjang Shree Bagheswori Madhyamik School di Distrik Dhading, Nepal, pada Rabu (26/8/2026), tepat saat bel istirahat makan siang berbunyi. Kebetulan, seluruh siswa sudah berada di luar kelas, sehingga mereka selamat dari dinding air dan lumpur yang langsung menghancurkan bangunan sekolah. Di kelas-kelas lain, guru-guru yang mendengar gemuruh air segera memerintahkan evakuasi darurat dengan tegas: “Tinggalkan tas dan kotak bekal!” Instruksi itu memungkinkan anak-anak berlari tanpa beban menuju lereng perbukitan yang aman. Hanya beberapa menit setelah siswa terakhir mencapai dataran tinggi, air bah merendam seluruh ruang kelas, meninggalkan tumpukan tas dan perabot sekolah yang tertimbun lumpur. Sejauh ini, sebagian besar siswa dikonfirmasi selamat, meski 955 orang tewas dan 4.471 lainnya hilang akibat bencana lintas batas Nepal-Tibet.















