Sumbawanews.com,- KH Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode 2026–2031, setelah dipilih secara mufakat oleh sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam musyawarah tertutup di Ndalem Kasepuhan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Minggu malam, 30 Agustus 2026. Pemilihan ini dilakukan dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU, di mana KH Anwar Iskandar secara resmi mengumumkan keputusan tersebut dalam Sidang Pleno V. Ia sebelumnya menjabat Rais Aam PBNU periode 2021–2026 dan menjadi Pj Rais Aam pada 2018–2020 menggantikan KH Ma’ruf Amin.
Lahir di Surabaya pada 30 Juni 1953, KH Miftachul Akhyar adalah anak kesembilan dari 13 bersaudara dari pasangan KH Abdul Ghoni, pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah. Ia menempuh pendidikan agama di sejumlah pesantren ternama, termasuk Tambakberas di Jombang, Sidogiri di Pasuruan, dan Al-Anwar di Lasem, Sarang, Jawa Tengah. Ia juga pernah mengikuti majelis taklim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki di Malang saat sang ulama masih mengajar di Indonesia.
Kiprahnya di NU terbilang panjang dan konsisten. Ia pernah menjabat Rais Syuriyah PCNU Surabaya (2000–2005), lalu dua periode berturut-turut sebagai Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur (2007–2013 dan 2013–2018). Di tingkat nasional, ia menjabat Wakil Rais Aam PBNU periode 2015–2020 sebelum naik menjadi Rais Aam. Kembali terpilihnya ia menegaskan kepercayaan besar jajaran Nahdlatul Ulama terhadap kepemimpinan spiritual dan keilmuan yang ia emban.















