Sumbawanews.com,- Seorang bocah perempuan berusia enam tahun berhasil diselamatkan hidup-hidup dari timbunan lumpur dan puing-puing di Nepal, tiga hari setelah banjir bandang melanda wilayah utara negara itu pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kejadian ini menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam operasi penyelamatan skala besar yang melibatkan hampir 20.000 personel keamanan. Banjir dipicu oleh longsoran es dan batu dari hulu Sungai Bhote Koshi yang menghancurkan permukiman di sepanjang Sungai Trishuli, merenggut 797 nyawa dan membuat lebih dari 3.000 orang hilang. Pemerintah Nepal telah mengerahkan helikopter dan tim darat untuk mencari korban, dan hingga kini telah berhasil menyelamatkan 8.186 orang, termasuk 279 orang yang terjebak di terowongan pembangkit listrik tenaga air. Di wilayah perbatasan Tibet, China, 16 orang tewas dan 546 lainnya masih dinyatakan hilang, dengan lebih dari 2.100 petugas penyelamat dikerahkan di sana.















