Sumbawanews.com,- Pada 30 Agustus 2026, di Stadion Nu, Inter Miami mencatatkan kemenangan terbesar dalam sejarah keikutsertaannya di Major League Soccer (MLS) setelah menghancurkan CF Montreal dengan skor 7-1. Lionel Messi menjadi bintang mutlak pertandingan dengan mencetak empat gol—di menit ke-40, 52, 83, dan 90+6—sementara Casemiro membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-20. Fabian Herbers membalas untuk Montreal di menit ke-37, tetapi tak mampu menghentikan dominasi The Herons yang berujung pada rekor baru.
Messi mencatatkan dua dari empat golnya lewat tendangan bebas, memperkuat posisinya sebagai salah satu eksekutor bola mati terhebat sepanjang masa. Dengan total 74 gol dari situasi tendangan bebas, ia kini hanya selisih empat gol dari rekor milik Marcelinho Carioca (78 gol). Pertandingan ini juga menandai hattrick ke-62 dalam karier Messi, menjadikannya pemain paling cepat mencapai angka tersebut di sepanjang sejarah sepak bola profesional.
Kemenangan ini mengakhiri runtutan empat pertandingan tanpa kemenangan Inter Miami, yang sebelumnya terdiri dari dua seri dan dua kekalahan. Sebelumnya, kemenangan terbesar klub di MLS terjadi pada 2024 saat mengalahkan Orlando City 5-0. Kini, skor 7-1 menjadi tolok ukur baru kejayaan tim asuhan Gerardo Martino di kompetisi kasta tertinggi Amerika Serikat.
Di usia 39 tahun, Messi kembali membuktikan bahwa ia bukan sekadar legenda yang masih bermain—tapi mesin gol yang terus mengubah sejarah. Dengan dua gol tendangan bebas dalam laga ini, ia menegaskan bahwa waktu tak mampu meredupkan kecemerlangannya.















