Sumbawanews.com,- Hingga Sabtu, banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Nepal dan wilayah Tibet, China, telah menewaskan 633 orang, dengan hampir 3.000 lainnya masih dinyatakan hilang. Di Nepal, korban tewas mencapai 626 orang dan 2.426 orang belum ditemukan, sementara di China tujuh orang tewas dan 554 lainnya masih hilang. Ribuan personel penyelamat terus bergerak menyusuri sungai-sungai besar seperti Trishuli dan Bhotekoshi, di mana jenazah bahkan ditemukan hingga perbatasan India. Sebanyak 320 warga negara India masih belum dapat dihubungi, sementara 63 pekerja proyek listrik tenaga air Trishuli-1 telah berhasil diselamatkan.
Wilayah paling parah terdampak di Nepal meliputi Nuwakot, Gorkha, Dhading, Chitwan, dan Nawalparasi East. Otoritas setempat mencatat 2.301 orang telah diselamatkan atau menerima perawatan medis, sementara 27 anggota kepolisian masih hilang. Sebanyak 4.811 personel dikerahkan untuk operasi pemulihan, dan Nepal telah mengizinkan masuknya tim pencari dan penyelamat internasional karena banyaknya warga asing yang hilang. Asosiasi Produsen Listrik Independen Nepal melaporkan 934 orang terkait 11 pembangkit listrik tenaga air yang rusak belum ditemukan. Federasi Internasional Palang Merah memperkirakan sekitar 93.000 orang terdampak, dengan penilaian dampak masih berlangsung di daerah-daerah terpencil yang aksesnya terputus akibat kerusakan infrastruktur dan komunikasi.















