Sumbawanews.com,- Ibrahim Musa Gusau mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden Federasi Sepakbola Nigeria (NFF) pada Jumat, 28 Agustus 2026, menyusul dugaan korupsi penyalahgunaan dana sebesar 10,9 juta Euro (Rp224 miliar). Dana tersebut, yang diberikan pemerintah Nigeria pada 2024 untuk melunasi tunggakan gaji dan bonus pemain serta staf tim nasional, kini menjadi objek penyelidikan badan intelijen setempat. Gusau, yang menjabat sejak 2022 dan rencananya akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan ketua umum NFF yang tinggal satu bulan lagi, juga mengakui tekanan ekonomi nasional sebagai faktor kesulitan keuangan, namun tetap akan menjalani pemeriksaan resmi. Selain Gusau, sejumlah pejabat NFF termasuk sekretaris jenderal Mohammed Sanusi juga mengundurkan diri.
Kedua tim nasional Nigeria—putra dan putri—mengalami kegagalan besar dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Dunia Wanita 2027. Kegagalan tim putri lolos ke turnamen tersebut menjadi yang pertama sejak kompetisi dimulai pada 1991, memperdalam kritik terhadap manajemen NFF selama kepemimpinan Gusau. Meski ia menyalahkan fluktuasi mata uang dan krisis ekonomi, otoritas Nigeria menegaskan bahwa penyelidikan terhadap aliran dana tetap berjalan tanpa kompromi. Pengunduran diri Gusau dianggap sebagai respons terhadap tekanan publik, namun tidak menghentikan proses hukum yang sedang berjalan.















