Sumbawanews.com,- Bayi mampu menguasai bahasa manusia dengan cepat hanya melalui paparan lingkungan, sementara kecerdasan buatan membutuhkan data raksasa untuk mencapai tingkat pemahaman yang jauh lebih sederhana. Laporan MIT Technology Review mengungkap bahwa balita biasanya belajar merangkai kalimat setelah mendengar 10 hingga 30 juta kata dari sekitarnya—proses yang terjadi secara alami dalam ruang tamu rumah. Sebaliknya, model bahasa besar seperti GPT-2 yang dilatih dengan jumlah kata yang sama justru hanya menghasilkan output tak bermakna, bukan kemampuan kognitif seperti anak kecil. Michael C. Frank, ilmuwan kognitif dari Stanford, menegaskan bahwa upaya mereplikasi pembelajaran bahasa manusia melalui skala data yang besar justru tidak efisien dan tidak mencerminkan cara alami otak manusia berkembang. Para ahli kini meragukan apakah memperbesar model AI saja akan mampu mencapai kecerdasan setara manusia.















