Home Serba Serbi Tekno Indonesia Dihantam 16 Serangan Siber Per Detik, Pemerintah dan Dunia Usaha Bergerak...

Indonesia Dihantam 16 Serangan Siber Per Detik, Pemerintah dan Dunia Usaha Bergerak Darurat

Sumbawanews.com,- Laporan AwanPintar.id untuk semester pertama 2026 mengungkap Indonesia mengalami 16 serangan siber setiap detik, memicu darurat keamanan digital yang mengancam ketahanan nasional dan kelangsungan bisnis. Ancaman ini mendorong pemerintah dan sektor swasta mempercepat implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) serta membahas Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) di DPR. Chief Technology Officer Prosperita Group, Yudhi Kukuh, menegaskan kepatuhan terhadap regulasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang memerlukan visibilitas real-time di seluruh titik jaringan perusahaan. ESET merespons dengan memperkuat platform ESET PROTECT yang menggabungkan AI, dasbor terpadu, dan fitur seperti LiveGuard Advanced serta AI Conversation Security untuk mencegah kebocoran data akibat penggunaan AI generatif secara tidak sengaja.

Platform ini menawarkan deployment fleksibel baik on-premises maupun cloud, dilengkapi lebih dari 170 template laporan dan pemetaan terhadap 1.000 titik data untuk memenuhi kebutuhan audit regulasi. Fitur tambahan seperti AI Behavioral Monitoring dan AI Skills Checker mendukung simulasi isolasi ancaman dalam lingkungan sandbox, sementara paket ESET PROTECT Enterprise dan Elite mengintegrasikan Extended Detection and Response (XDR) serta threat hunting tingkat tinggi. Untuk menjangkau organisasi dengan sumber daya terbatas, ESET juga meluncurkan layanan Managed Detection & Response (MDR) yang beroperasi 24/7 dengan kombinasi AI dan analis manusia.

Langkah strategis selanjutnya akan diwujudkan melalui Prosperita Solution Day 2026 pada 2 September di Melati Glass House, Jakarta, yang menghadirkan forum lintas sektor untuk mendemokratisasi data keamanan siber menjadi laporan risiko yang mudah dipahami jajaran direksi. Forum ini menargetkan eksekutif C-Level, praktisi IT, auditor, dan pengelola risiko dari pemerintah dan swasta guna menyusun “blueprint” ketahanan siber nasional yang terpadu dan berkelanjutan.

Previous articleJayden Oosterwolde Gagal Gabung AS Roma, Medis Jadi Penghalang
Next articleReal Madrid Hadapi Tantangan Sejarah Lawan Arsenal di Liga Champions