Sumbawanews.com,- Gelandang Belanda Tijjani Reijnders resmi bergabung dengan Al Qadsiah setelah menolak tawaran dari lima klub Eropa—Newcastle United, Nottingham Forest, Atletico Madrid, Juventus, dan Galatasaray—yang semuanya gagal mengalahkan harga yang ditetapkan Manchester City. Keputusan ini diambil setelah City menyetujui transfer senilai 52 juta poundsterling, yang menjadi salah satu perubahan terbesar di lini tengah mereka musim panas ini, menyusul kepergian Bernardo Silva dan kemungkinan kepergian Nico Gonzalez. Ayahnya, Martin Reijnders, menegaskan bahwa meski tawaran finansial dari Arab Saudi besar, keputusan putranya didasari oleh keinginan untuk bermain reguler di posisi yang sesuai kemampuannya, bukan sekadar uang.
Sebelum bergabung dengan Al Qadsiah, Reijnders kerap diposisikan sebagai nomor 10 dan sering duduk di bangku cadangan di Manchester City, yang membuatnya merasa perannya tidak lagi sesuai dengan harapan profesionalnya. Di klub baru, ia langsung menunjukkan kualitasnya dengan mencetak satu gol dalam penampilan keduanya, membantu tim meraih kemenangan 2-0 atas NEOM SC. Klub-klub Eropa yang tertarik terhambat oleh berbagai faktor: Atletico Madrid kesulitan finansial, Juventus dan Galatasaray hanya menawarkan pinjaman, sementara Newcastle dan Nottingham Forest gagal memenuhi harga yang diminta City. Sang ayah menekankan bahwa Manchester City tidak akan melepas pemain dengan harga di bawah valuasi, dan hanya membuka negosiasi jika tawaran sesuai.
Transfer ini bukan hanya soal uang, tapi juga soal kesesuaian peran dan kesempatan bermain. Reijnders, yang kini berusia 28 tahun, memilih jalur yang memberinya stabilitas dan kepercayaan—bukan sekadar gaji besar. Dengan dua penampilan dan satu gol di Al Qadsiah, ia mulai membangun kembali jejaknya di liga Timur Tengah, sementara City terus memperkuat lini tengah dengan rencana mendatangkan Ayyoub Bouaddi dari Lille.















