Sumbawanews.com,- Jose Mourinho resmi melantik dirinya sebagai pelatih Real Madrid dengan misi jelas: membangkitkan Vinicius Junior dari masa suram dan mengembalikan tim ke puncak Eropa. Di tengah kegagalan Los Blancos meraih trofi pada musim 2025-26, Mourinho menempatkan winger Brasil berusia 26 tahun itu sebagai kunci utama dalam perjuangan menghentikan dominasi Barcelona di La Liga. Baru saja memperpanjang kontrak hingga 2032, Vinicius kini mendapat jaminan penuh dari sang pelatih untuk bebas dari tekanan eksternal.
Mourinho tidak hanya memberi dukungan pribadi, tetapi juga membela Vinicius secara terbuka. Setelah kemenangan 2-1 atas Espanyol pada laga pembuka La Liga 2026/2027, Mourinho menyebut pemainnya sebagai korban “perundungan yang terorganisasi” — sebuah komentar yang merujuk pada serangkaian kontroversi dan provokasi dari lawan di lapangan. Sikap ini penting, mengingat Vinicius kerap menjadi sasaran pelanggaran dan gangguan psikologis dari lawan-lawannya, yang berusaha mengganggu fokusnya. Mourinho percaya, menjaga mental sang bintang adalah bagian tak terpisahkan dari strategi meraih gelar.
Kritik dari mantan kiper Real Madrid, Santiago Canizares, yang mempertanyakan nilai Vinicius sebanding dengan kontroversinya, justru memperkuat tekad Mourinho. Canizares menilai talenta Vinicius tidak sepadan dengan beban isu di luar lapangan, bahkan mempertanyakan keputusan perpanjangan kontrak. Namun, fakta bahwa Arsenal dan sejumlah klub top masih menaruh minat serius pada dirinya menunjukkan bahwa nilai Vinicius tetap tinggi di mata dunia sepak bola.
Meski gagal meraih Ballon d’Or 2024 yang akhirnya jatuh ke tangan Rodri, Vinicius tetap menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam dua gelar Liga Champions Real Madrid sebelumnya. Dua musim tanpa trofi membuat narasi tentangnya berubah — dari pahlawan menjadi sasaran kritik. Tapi Mourinho yakin: versi terbaik Vinicius hanya muncul ketika ia bermain dengan kepercayaan diri penuh dan didukung penuh oleh tim. Misi sang pelatih jelas — mengembalikan keajaiban Vinicius, karena tanpanya, Real Madrid tak akan mampu menggoyang kekuasaan Barcelona.















