Sumbawanews.com,- Masyarakat paling banyak mengadukan masalah pertanahan kepada Ombudsman RI, menurut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal itu diungkapkan usai pertemuan dengan perwakilan Ombudsman RI di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rabu (19/8/2026). AHY menyebut, konflik agraria dan tata ruang wilayah menjadi isu paling kompleks dan berlarut-larut, yang sering melibatkan banyak pihak. Ia memahami betul tantangan ini, mengingat pernah memimpin Kementerian ATR/BPN selama delapan bulan.
Selain pertanahan, pertemuan itu juga membahas pelayanan publik di sektor perhubungan, pekerjaan umum, dan perumahan. AHY menyoroti keselamatan kereta api pasca-insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, termasuk upaya memperbaiki 1.400 perlintasan sebidang dengan memasang palang otomatis dan penjagaan 24 jam. Ia juga menyebut masukan dari Ombudsman terkait rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mencakup jalan, jembatan, perumahan, dan sumber daya air.
Wakil Ketua Ombudsman RI Rahmadi Indra Tektona menyambut positif respons AHY dan menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan. Ia menilai keberadaan 34 perwakilan Ombudsman di seluruh provinsi dapat memperkuat pengawasan terhadap maladministrasi di lima kementerian di bawah koordinasi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, yaitu ATR/BPN, Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Perhubungan, serta Transmigrasi.















