Sumbawanews.com,- Persebaya Surabaya memasuki masa akhir persiapan menjelang laga pembuka Super League 2026/27 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Bung Tomo, 5 September 2026, dengan fokus utama pada pemulihan fisik, pengendalian emosi, dan ketajaman taktis. Pelatih Bernardo Tavares menekankan bahwa kesiapan tim tidak hanya diukur dari kemampuan berlari selama 90 menit, tetapi juga dari ketajaman pengambilan keputusan dan disiplin mental di tengah tekanan pertandingan. Selama pemusatan latihan di Thailand hingga 27 Agustus 2026, skuad Bajul Ijo menjalani serangkaian sesi tertutup untuk memperbaiki transisi permainan, situasi bola mati, dan konsentrasi dalam setiap detik pertandingan, termasuk pada lemparan ke dalam yang sering diabaikan.
Tavares secara khusus memperingatkan para pemain agar tidak mudah terpancing emosi oleh keputusan wasit, karena reaksi berlebihan berpotensi menghasilkan kartu kuning dan mengganggu ritme tim. Ia menekankan bahwa kontrol emosi adalah bagian tak terpisahkan dari strategi menang, bukan sekadar disiplin individu. Di sisi lain, kapten dan pemain senior seperti Rachmat Irianto menilai pertandingan pramusim sebagai cermin nyata kelemahan tim yang harus diperbaiki sebelum kompetisi resmi dimulai. Persebaya juga terus mengasah pola serangan, organisasi pertahanan, dan keterhubungan antar lini melalui analisis video dan latihan terstruktur, demi menghindari kesalahan sederhana yang bisa berakibat fatal.
Tavares menolak mengandalkan kemampuan individu semata; ia menuntut permainan tim yang terorganisir, konsisten, dan penuh fokus—bahkan saat bola keluar lapangan. Dengan waktu tersisa kurang dari dua minggu sebelum laga pembuka, semua upaya kini diarahkan pada pencapaian keseimbangan antara agresivitas dan ketenangan, antara kecepatan dan kecermatan. Persebaya tidak ingin persiapan panjang berakhir dengan kekalahan karena kelengahan, bukan karena keunggulan lawan.















