Home Berita Nasional Gotong Royong Jadi Tulang Punggung Pembangunan Gunungkidul

Gotong Royong Jadi Tulang Punggung Pembangunan Gunungkidul

Sumbawanews.com,- Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa gotong royong bukan sekadar tradisi, tapi roh utama pembangunan di Bumi Handayani. Dalam memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia, ia menekankan bahwa inovasi pemerintahan harus menyatu dengan semangat kerja bersama—seperti pesan Bung Karno bahwa keringat dan perjuangan harus untuk kepentingan semua. Gotong Royong Government, inovasi kebijakan yang melibatkan pemerintah, TNI, Polri, DPRD, kampus, dunia usaha, dan masyarakat, menjadi jembatan antara potensi lokal dan kesejahteraan nyata.

Tujuh program strategis menjalankan konsep ini: Bocah Pinter mendorong rata-rata lama sekolah naik 3,95 persen lewat Gerakan Berani Sekolah Gunungkidul (Geni Seko Gunung), dengan anggaran Rp2,2 miliar untuk warga di atas 24 tahun yang ingin kembali bersekolah. Tani Makmur dan UMKM Berdaya melahirkan Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) dan kebijakan bela beli produk lokal yang mewajibkan belanja pemerintah dan BUMD memprioritaskan produk setempat. Transformasi digital pemerintahan meningkatkan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dari 2,49 (2021) menjadi 4,07 (2025), mendukung pertumbuhan ekonomi 5,47 persen pada 2025, didorong utama oleh konsumsi rumah tangga.

Pariwisata mengalami lonjakan signifikan: pada semester pertama 2026, jumlah wisatawan mencapai 2,9 juta kunjungan dengan pendapatan asli daerah wisata Rp35,8 miliar—hampir menyentuh target tahunan. Angka kemiskinan turun 1,03 poin menjadi 14,15 persen. Di tata kelola pemerintahan, inovasi seperti SIAKMADU, TANDUKRUSA, dan BULAN SABIT mempermudah penerbitan akta kematian, dokumen kependudukan pasca-nikah, dan dokumen ibu pasca-melahirkan secara terintegrasi. Gerakan Pambelo Sungkowo (GPS) memastikan akta kematian diterbitkan dan diserahkan pada hari pemakaman. Digitalisasi layanan dan pembayaran nontunai, ditambah pemasangan CCTV di pos retribusi wisata, memperkuat akuntabilitas dan menutup celah kebocoran.

Endah menegaskan, kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kota-kota besar, tapi oleh daerah-daerah seperti Gunungkidul yang tak menyerah pada keterbatasan. “Kontribusi terbesar kami lahir dari sikap bahwa kami tidak menyerah pada keterbatasan.”

Previous articleAS Kirim Kapal Induk George Washington Gantikan Lincoln di Timur Tengah
Next articleTimnas Indonesia U-16 Raih Dua Trofi, U-23 Jadi Runner-Up di Bulan Kemerdekaan