Sumbawanews.com,- Liga Putri Indonesia resmi kick off pada 17 Oktober 2026, dibuka dengan laga antara Persita melawan Persija di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. Kompetisi yang kembali bergulir setelah vakum lama ini dioperasikan oleh I.League dengan sistem sentralisasi, di mana seluruh pertandingan akan berlangsung di venue tunggal tersebut. Enam klub dari kawasan Jabodetabek—Persija, Persita, Bekasi FC, Garudayaksa, Dewa United, dan Persikad—terdaftar sebagai peserta pertama, menandai langkah strategis dalam pengembangan sepak bola wanita profesional di Indonesia.
Direktur I.League, Teddy Tjahjono, mengungkapkan bahwa laga pembuka tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga dirancang sebagai sport festival dengan rangkaian aktivitas hiburan, UMKM, dan kuliner. Penonton diperbolehkan hadir langsung, dan sejumlah pertandingan bahkan akan diselaraskan dengan jadwal laga Super League, termasuk kemungkinan pertandingan putri digelar sebelum laga utama di GBK. “Kami ingin menciptakan pengalaman komprehensif yang menarik minat masyarakat luas,” ujarnya.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa keberlangsungan liga ini bukan sekadar simbolis. Ia menekankan komitmen jangka panjang dari keenam klub yang siap berinvestasi selama lima tahun ke depan. “Jangan sampai liga ini hanya dilahirkan untuk pencitraan dan berhenti di kemudian hari. Tidak,” tegasnya. Thohir menambahkan, pembangunan talent pool menjadi kunci utama agar kompetisi bisa berjalan secara profesional dan berkelanjutan, bukan hanya sebagai proyek sementara.
Setiap tim akan menjalani 15 pertandingan dalam satu musim, dengan seluruh laga dijadwalkan pada akhir pekan. Dengan fokus pada kualitas daripada kuantitas, Liga Putri Indonesia membuka babak baru dalam sejarah sepak bola wanita nasional—dengan harapan besar bahwa ini bukan sekadar awal, tapi fondasi bagi generasi mendatang.















